Minggu, 1 Februari 2026
spot_img

Tak Hanya Logistik, Pemprov Jateng Gencarkan Trauma Healing di Pemalang dan Purbalingga

Ia menyebutkan, di Kabupaten Pemalang terdapat sejumlah kasus anak yang sempat terpisah dari orang tuanya saat bencana terjadi, sehingga meninggalkan trauma psikologis.

“Anak-anak kami dampingi melalui trauma healing. Kegiatannya seperti bermain, melukis, bernyanyi, sekaligus konseling. Pendampingan ini penting agar mereka kembali merasa aman,” kata Ema saat mendampingi kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi.

Menurutnya, layanan psikososial tersebut diberikan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DP3AKB, dengan melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial, hingga balai rehabilitasi sosial.

Pendampingan serupa juga diberikan kepada ibu-ibu pengungsi. Tinggal dalam waktu lama di pengungsian, kata Ema, kerap menimbulkan tekanan psikologis akibat kebosanan, kecemasan, hingga ketidakpastian kondisi rumah yang ditinggalkan.

“Untuk ibu-ibu, kami ajak beraktivitas ringan, berbincang, dan mengurai persoalan yang mereka alami. Ada juga yang diarahkan membantu di dapur umum agar tetap merasa produktif,” jelasnya.

Ema menambahkan, terdapat pula korban perempuan yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Untuk kasus tersebut, pemerintah menyiapkan layanan konseling khusus di luar trauma healing kelompok.

“Korban yang kehilangan anggota keluarga akan mendapatkan pendampingan psikologis secara lebih intensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari penanganan bencana. Seluruh instansi yang memiliki kapasitas pendampingan psikologis dilibatkan guna mempercepat pemulihan masyarakat.

ARTIKEL TERKAIT

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA TERBARU