“Kami titipkan pesan agar disampaikan ke masyarakat bahwa negara selalu hadir untuk menyejahterakan rakyat. Tolong komunikasikan apa yang telah dilakukan ulama dan umara bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, capaian dan kinerja Jawa Tengah telah ia laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam setiap laporan tersebut, kata dia, Jawa Tengah kerap mendapatkan apresiasi dari Presiden, terutama terkait program-program unggulan di sektor pangan.
Zulkifli Hasan menjelaskan, swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional. Pada 2025, produksi beras nasional tercatat surplus sekitar 4 juta ton sehingga Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Kondisi ini berbanding terbalik dengan 2024, ketika impor beras mencapai sekitar 4,2 juta ton.
“Kalau dikerjakan dengan konsisten dan serius, swasembada pangan bisa dicapai. Tahun 2025 kita tidak impor beras, dan pada 2026 diharapkan kondisi itu dqpat terus dipertahankan. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani juga meningkat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan, pesan Ahmad Luthfi terkait integrasi dakwah dan pembangunan sejalan dengan nilai-nilai dasar gerakan Muhammadiyah yang telah dirintis oleh pendirinya, KH Ahmad Dahlan.
Menurut Haedar Nashir, sejak awal Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat dan kemanusiaan secara luas, melalui pendidikan, layanan kesehatan, panti asuhan, hingga berbagai gerakan sosial dan penanggulangan bencana.
“Kiai Dahlan meletakkan dasar dakwah yang inklusif dan menyentuh persoalan sosial. Apa yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan spirit itu, dengan terus mempertajam cara dan pranata dakwah karena Indonesia begitu luas, begitu beragam, dan dinamika sosial yang kompleks,” katanya.*


