Kenalkan Jarimatika, KKN UNDIP Hadirkan Cara Baru Belajar Perkalian di SDN 3 Pendowo
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

JURNAL PEMALANG — Belajar perkalian tidak selalu harus dilakukan dengan menghafal atau mencoret-coret kertas. Suasana berbeda terlihat di SDN 3 Pendowo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Rabu (5/8/2026), ketika siswa diajak mengenal metode jarimatika, teknik berhitung menggunakan jari tangan yang sederhana, praktis, dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja multidisiplin KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Pendowo. Selain memperkenalkan metode jarimatika secara langsung kepada siswa, mahasiswa KKN juga menyerahkan modul pembelajaran kepada guru agar metode tersebut dapat terus digunakan setelah masa KKN berakhir.
Program ini digagas oleh Evana, mahasiswa Program Studi Matematika UNDIP, sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan kemampuan numerasi dasar siswa sekolah dasar. Tidak hanya menyusun modul, Evana juga memberikan pengenalan teknik jarimatika kepada guru sebelum mempraktikkannya secara langsung bersama siswa di dalam kelas.
“Saya susun modulnya supaya sederhana dan mudah diikuti. Harapannya, modul ini tidak hanya digunakan saat kegiatan KKN, tetapi bisa menjadi pegangan guru untuk mengajarkan jarimatika kepada siswa setelah kami selesai melaksanakan KKN,” ujar Evana saat ditemui di SDN 3 Pendowo, Rabu (5/8/2026).

Sebelum kegiatan bersama siswa dimulai, Evana terlebih dahulu menjelaskan konsep dan teknik dasar jarimatika kepada guru. Tahap tersebut dilakukan agar guru tidak hanya mengetahui langkah penggunaannya, tetapi juga memahami cara kerja metode berhitung dengan jari sehingga dapat mengajarkannya kembali secara mandiri.
Setelah pemaparan kepada guru, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi langsung di dalam kelas. Siswa diajak mengenal cara menggunakan jari untuk membantu proses perkalian, kemudian mempraktikkannya melalui contoh soal dan latihan sederhana. Guru turut mendampingi proses pembelajaran sehingga dapat melihat secara langsung bagaimana metode tersebut diterapkan kepada siswa.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Metode yang memanfaatkan jari tangan sebagai alat bantu membuat proses belajar terasa lebih interaktif dan tidak membutuhkan alat tambahan.
Salah satu guru pendamping mengungkapkan bahwa pengenalan jarimatika memberikan alternatif bagi siswa dalam melakukan perhitungan.
“Anak-anak terlihat antusias karena metodenya sederhana dan mudah dipraktikkan. Modul yang diberikan juga sangat membantu karena nantinya bisa menjadi pegangan kami untuk mengajarkannya kembali,” ungkapnya.
Modul yang diserahkan kepada pihak sekolah memuat pengenalan konsep dasar jarimatika, cara menggunakan jari sebagai alat bantu berhitung, tahapan penerapan metode, serta contoh latihan yang dapat langsung dipraktikkan. Penyusunan modul tersebut diharapkan dapat membantu guru menerapkan metode jarimatika secara berkelanjutan sesuai kebutuhan siswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tema besar KKN Reguler Tim II UNDIP di Desa Pendowo, yaitu “Penguatan Literasi Multidimensi untuk Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Desa Pendowo dalam Mendukung Pencapaian SDGs 4 (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)”.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, salah satunya melalui penguatan literasi numerasi di lingkungan sekolah.
Dengan pengenalan jarimatika dan penyerahan modul pembelajaran, KKN Reguler Tim II UNDIP berharap kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan pembelajaran numerasi yang lebih menarik sekaligus memberikan manfaat yang dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah setelah program KKN berakhir.*
Laporan: Evana Alizzah Is’Adiyah (Mahasiswa KKN UNDIP)
- Penulis: Tim Redaksi


