Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa semakin makmur,” tandasnya.
Selain itu, Yasin menilai penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali turut memberi dampak pada aktivitas ekonomi wilayah sekitar. Ia menyebut tingginya pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung ikut mengungkit sektor jasa dan usaha masyarakat.
“Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan langkah konkret, salah satunya melalui dukungan terhadap pelaku usaha di level desa agar naik kelas.
“Ini adalah cara konkret untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” kata Menteri.
Yandri juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Jawa Tengah, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa serta menguatkan peran desa sebagai penggerak ekonomi.
“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menambahkan pameran produk unggulan desa yang digelar menjadi bagian dari rangkaian utama peringatan Hari Desa Nasional 2026. Total lebih dari 90 UMKM ikut serta termasuk dari BUMDes terbaik.
- Penulis: Fahroji




