Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Kirab Obor dan Jamasan Pusaka di Ndalem Notonagoro: Wajah Baru Tradisi Kadipaten Pemalang

Kirab Obor dan Jamasan Pusaka di Ndalem Notonagoro: Wajah Baru Tradisi Kadipaten Pemalang

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026 | 23:50 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Tradisi jamasan pusaka Kadipaten Pemalang tahun ini tampil beda dan lebih sakral. Jika biasanya prosesi penyucian benda pusaka dilakukan pada pagi hari di area rumah dinas, kali ini acara digelar pada malam hari dengan suasana yang magis di Bangunan Cagar Budaya Ndalem Notonagoro, Rabu (24/6/2026).

Suasana khidmat terasa saat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama istri, didampingi Wakil Bupati Nurkholes beserta istri, melaksanakan kirab budaya dengan berjalan kaki. Hanya dengan penerangan cahaya obor, rombongan pimpinan daerah beserta para Kepala Perangkat Daerah dan pengombyong berjalan dari Pendopo Kabupaten menuju Ndalem Notonagoro di Jalan Kyai Makmur, Kelurahan Kebondalem.

Setibanya di lokasi, nuansa budaya Jawa terasa sangat kental dengan digelarnya doa bersama dan sambutan yang sepenuhnya disampaikan dalam bahasa Jawa. Puncak acara ditandai dengan prosesi penjamasan benda-benda pusaka milik Kabupaten Pemalang yang dilakukan langsung oleh Bupati Anom dengan didampingi oleh KRAT Purwanto Condronagoro. Perubahan lokasi ke bangunan cagar budaya ini diharapkan dapat semakin memperkuat nilai sejarah dan pelestarian budaya di Kabupaten Pemalang.

Dalam acara tersebut, Bupati menyampaikan bahwa menyimpan dan menjaga peninggalan para leluhur merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus kepada kebesaran bangsa.

Menurut Bupati pusaka bukan sekadar benda warisan, tetapi juga menyimpan sejarah dan menjadi saksi perjalanan waktu. Pusaka menjadi pengingat bahwa sebelum kita hidup pada masa sekarang, telah ada para leluhur yang berjuang dan berkarya demi kemajuan serta kemuliaan daerah.

Prosesi jamasan yang dilaksanakan hari ini, seperti diungkapkan Bupati, tidak hanya bertujuan membersihkan kereta kencana dan pusaka agar tetap terawat dengan baik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur, terutama semangat saling menghormati dan kebersamaan dalam membangun daerah dengan semangat gotong royong.

Selanjutnya, Bupati mengajak semua yang hadir untuk terus menjaga budaya adiluhung yang telah mengajarkan sikap rendah hati dalam setiap keberhasilan.

Bupati menuturkan, dengan semangat gotong royong dan persatuan warga, kita dapat menghadapi berbagai perbedaan serta menghormati sesama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pembangunan sekaligus melestarikan budaya dengan memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, dan gagasan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, menyampaikan, jamasan kereta kencana dan pusaka diselenggarakan untuk menambah daya kekuatan budaya serta turut melestarikan budaya Indonesia di tengah masyarakat.

Tradisi itu juga diadakan untuk meningkatkan dan melestarikan budaya adiluhung, khususnya budaya Kadipaten Pemalang serta untuk merawat dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur Pemalang.

Masih dalam isi laporannya, Fera mengatakan, rangkaian acara jamasan kereta kencana dan pusaka Kadipaten Pemalang yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H. meliputi boyong kereta kencana Kyai Seto Mraman dan Kyai Turangga Jati, Beber ringgit wacucal dan jamasan oleh Bupati yang dilaksanakan pada Pukul 07.30–11.30 wib:

Sedangkan pada pukul 19.00–22.00 wib. acara dilaksanakan di Cagar Budaya Ndalem Notonagoro. Adapun pusaka yang di jamas antara lain, Pusaka Kadipaten Pemalang, kereta kencana Kyai Seto Mraman dan kereta kencana Kyai Turangga Jati.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pemalang, seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat Kabupaten Pemalang.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imam Subiyanto Raih Gelar Doktor dengan Prestasi Cumlaude

    Imam Subiyanto Raih Gelar Doktor dengan Prestasi Cumlaude

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026 | 23:47 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Prestasi membanggakan kembali lahir dari rahim almamater Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Dr. Imam Subiyanto, S.H., M.H., secara resmi dinyatakan lulus dalam Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) dengan torehan prestasi yang luar biasa, Senin (13/4/2026). ​Imam Subiyanto, yang juga dikenal aktif menjabat sebagai Kepala Biro Hukum di media emsatunews.co.id, berhasil menyelesaikan […]

  • Bunda PAUD Pemalang Apresiasi Program Zona Anak LPPL Swara Widuri

    Bunda PAUD Pemalang Apresiasi Program Zona Anak LPPL Swara Widuri

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025 | 21:42 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bunda PAUD Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie mengapresiasi program “Zona Anak” LPPL Radio Swara Widuri sebagai ruang positif untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter anak sejak dini. Menurutnya kegiatan yang ditayangkan LPPL Radio Swara Widuri 87,7 FM dan kanal YouTube ini, dinilai mampu menjadi wadah kreativitas serta penguatan karakter bagi anak usia dini. […]

  • Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Dalam penanganan masalah kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong semua pihak untuk berkolaborasi. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Jateng, disalah satu hotel di Sukoharjo, Kamis (29/2/2024). Sumarno mengatakan, penanganan masalah kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh kolaborasi dengan banyak pihak. “Apalagi […]

  • Dorong IPM Lewat Pendidikan Usia Dini, Wabup Nurkholes Apresiasi Dedikasi Guru PAUD

    Dorong IPM Lewat Pendidikan Usia Dini, Wabup Nurkholes Apresiasi Dedikasi Guru PAUD

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026 | 15:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menyoroti tantangan pendidikan di wilayahnya saat membuka Sosialisasi Advokasi Kebijakan Pendidikan (1 Tahun Pra-SD) di The Winner Hotel, Kamis (25/6/2026). Meski banyak lulusan SMA Pemalang yang menembus perguruan tinggi negeri, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pemalang tercatat masih rendah di tingkat Jawa Tengah. Wabup Nurkholes menekankan bahwa kunci […]

  • Pelecehan Bocah SMP di Randudongkal Pemalang Selesai dengan Kompensasi Rp100 Juta, Kades Terlibat?

    Pelecehan Bocah SMP di Randudongkal Pemalang Selesai dengan Kompensasi Rp100 Juta, Kades Terlibat?

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025 | 14:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, selesai dengan mediasi, Minggu (14/12/2025). Perkara yang sempat dilaporkan ke Polres Pemalang itu justru berujung damai di tingkat desa dengan kesepakatan kompensasi senilai Rp100 juta. Korban merupakan anak di bawah […]

  • Anak Petani Asal Desa Kwasen Bodeh Terbang Ke Malaysia dan Singapura, Ada Apa?

    Anak Petani Asal Desa Kwasen Bodeh Terbang Ke Malaysia dan Singapura, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024 | 17:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Karyunah atau biasa disapa Yunah merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di UIN GusDur (Abdurrahman Wahid) Pekalongan. Ia berasal dari Desa Kwasen, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.  Ia masuk di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dirinya mengakui banyak benefit yang dirasakan selama kuliah mengampu Prodi BPI. Belum […]

expand_less