Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Pelatihan Keterampilan PKK Pemalang
- account_circle Fahroji
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026 | 16:03 WIB
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, secara resmi membuka agenda Pelatihan Ecoprint dan Tata Boga di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Selasa (21/7/2026).
Inisiatif ini dirancang untuk mengasah kreativitas serta keterampilan para kader PKK guna mendukung kemandirian ekonomi di tingkat keluarga.
Pelatihan intensif selama satu hari ini dipusatkan di dua titik utama, yaitu Pendopo Kabupaten Pemalang dan Gedung Sasana Bhakti Praja.
Target peserta mencakup anggota Pokja II TP PKK tingkat kecamatan, perwakilan Desa Binaan PKK Tahun 2026, serta kader dari wilayah Desa Miskin Ekstrem di Kabupaten Pemalang.
Dalam sambutannya, dr. Noor Faizah Maenofie memberikan apresiasi tinggi dan menegaskan bahwa pelatihan ini adalah langkah konkret dalam mengedukasi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen PKK untuk mewujudkan taraf hidup masyarakat Pemalang yang lebih sejahtera
Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah membaca, misalnya membaca resep atau cara membuat ecoprint, tahap berikutnya adalah mengaplikasikan apa yang telah dipelajari menjadi kegiatan nyata yang bermanfaat,” ujarnya.
Maenofie berharap, keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Menurutnya, hobi seperti memasak maupun membuat ecoprint dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Khusus pada pelatihan tata boga, ia juga menekankan pentingnya penyajian atau plating makanan. Menurutnya, tampilan sajian yang menarik akan memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan penghargaan kepada orang yang menerimanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dinpusarda) Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo mengatakan perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang belajar sepanjang hayat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas.
Melalui pelatihan tersebut, pihaknya mengimplementasikan konsep literasi pascabaca, yaitu mendorong masyarakat agar mampu mengolah pengetahuan yang diperoleh dari membaca menjadi keterampilan yang bernilai.
Pada pelatihan ecoprint, Edy juga mendorong peserta untuk menghasilkan motif yang lebih terencana sehingga dapat diaplikasikan menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti pakaian maupun kerajinan lainnya.
Sebelumnya, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Pemalang, Purwati Aris Ismail, melaporkan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta dalam teknik ecoprint, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami serta membangun jiwa kewirausahaan.
Untuk pelatihan tata boga, kegiatan diarahkan untuk menciptakan peluang usaha mandiri di bidang kuliner, membekali kader PKK dengan keterampilan teknis memasak, pengemasan produk, hingga manajemen usaha serta memperkuat peran kader PKK dalam menyebarluaskan ilmu keterampilan kepada masyarakat.
Menurut Purwati, narasumber pelatihan berasal dari praktisi dan ahli di bidang ecoprint maupun tata boga sehingga diharapkan peserta memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha yang produktif.
- Penulis: Fahroji

