Selasa, 13 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Prof. Didik J. Racbini: Hukum Sesat, Ekonomi Rusak

Prof. Didik J. Racbini: Hukum Sesat, Ekonomi Rusak

  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyoroti memburuknya kualitas penegakan hukum Indonesia yang menurutnya semakin menunjukkan tanda-tanda pengadilan sesat. Kasus terbaru yang menimpa jajaran direksi ASDP dinilai menjadi contoh nyata bagaimana proses hukum yang keliru dapat merusak ekosistem ekonomi nasional.

Prof. Didik menegaskan bahwa sistem hukum seharusnya menjadi pilar bagi tumbuh kembang ekonomi melalui kepastian kontrak, penegakan aturan yang adil, dan proses peradilan yang dapat diprediksi. Namun, berbagai kasus menunjukkan sebaliknya.

“Ketika Seorang eksekutif BUMN terpidana tidak menerima aliran uang satu sen pun, tidak pernah dilakukan audit dari BPK atau BPKP perihal kerugian negara (bahkan keuntungan perusahaan meningkat), tidak ada mens rea dari para terpidana, dan hanya dikategorikan lalai pada putusan PN, lalu divonis sebagai koruptor. Pengadilan seperti ini pantasnya disebut pengadilan apa? Sudah banyak para ahli sampai awam yang menjawab di publik, itu adalah pengadilan sesat,” tegasnya.

Ia menilai kondisi ini menjadikan para pelaku usaha, investor menahan investasi, profesional kaku dan takut mengambil keputusan, aktivitas bisnis menjadi lamban, bahkan mandeq karena berhati-hati dan takut.

Dalam kasus ASDP, direksi melakukan corporate action berupa akuisisi perusahaan sejenis untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan nasional. Langkah ini, menurut Prof. Didik, sangat baik secara manajemen dan sukses dilakukan sehingga menambah kapasitas layanan penyeberangan, yang berguna untuk masyarakat.

Adapun faktanya, menurut Prof. Didik: Laba ASDP meningkat hingga Rp637 miliar pada 2023, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, ASDP masuk peringkat 7 BUMN terbaik di Indonesia, Tidak ada aliran dana mencurigakan, sebagaimana ditegaskan KPK, PPATK tidak menemukan transaksi korupsi, BPK sudah melakukan audit dengan opini “Wajar Dengan Pengecualian” hanya untuk dua kapal dengan opportunity loss sekitar Rp4,8-10 miliar.

Namun, proses hukum justru mengkategorikan pembelian kapal sebagai “besi tua” dan memutuskan adanya kerugian negara Rp1,25 triliun—angka yang dinilai “absurd” oleh Prof. Didik, terutama karena BPK hanya menemukan opportunity loss maksimal sekitar Rp10 miliar.

“Aksi korporasi seperti ini sudah dipermasalahkan dengan kaca mata hukum yang picik sehingga akan banyak CEO di masa mendatang tidak akan melakukan apa pun karena takut menghadapi aparat hukum yang naif,” ujarnya.

Prof. Didik menyebut bahwa kerusakan hukum telah terjadi lebih luas: aparat korup, intervensi politik dalam penegakan hukum, serta melemahnya lembaga seperti KPK yang dulu menjadi simbol reformasi.

“Sejak Jokowi dan kekuatan politik di sekitarnya mencabik-cabik KPK, maka wajah lembaga hukum yang lahir dari rahim reformasi ini sudah compang-camping dan penuh culas karena bersekutu dengan kepentingan-kepentingan picik,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa rule of law Indonesia masih jauh tertinggal, dengan skor hanya 0,52 (skala 0–1). Kondisi ini, menurutnya, dapat menjadi penghambat utama bagi agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan perekonomian.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karena Cuaca Ekstrim, Beberapa Harga Sayuran Merangkak Naik

    Karena Cuaca Ekstrim, Beberapa Harga Sayuran Merangkak Naik

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Harga sayuran secara berlahan mulai merangkak naik. Kenaikan itu disebabkan Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini yang menjadikan suplai terlambat. Berbagai sayuran yang mengalami kenaikan harga terjadi pada jenis sayuran seperti brokoli, bunga kol, tomat dan selada. Sayuran tersebut merupakan sayuran yang kerap dijadikan bahan utama menu pada saat sahur dan berbuka […]

  • Mayat Seorang Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal Didalam Karung di Pemalang

    Mayat Seorang Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal Didalam Karung di Pemalang

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Warga RT 5 Rw 5 Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang digegerkan dengan penemuan mayat seorang anak perempuan pada Minggu, (8/12/2024) malam. Mayat berinisial S (9) ditemukan oleh ayahnya di dapur sekitar jam 22.00 WIB dalam karung terikat. Di lokasi kejadian, rumah korban yang berbentuk warung sembako itu dipadati kerumunan warga yang […]

  • Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    Tangani Masalah Kesehatan, Pemprov Jateng Kuatkan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Dalam penanganan masalah kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong semua pihak untuk berkolaborasi. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Jateng, disalah satu hotel di Sukoharjo, Kamis (29/2/2024). Sumarno mengatakan, penanganan masalah kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh kolaborasi dengan banyak pihak. “Apalagi […]

  • Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

    Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Djarum Foundation telah berhasil membantu sekitar 350 Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi masyarakat miskin selama tahun 2025. Tahun depan akan bertambah menjadi 500 unit se-Jawa Tengah. Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan, program RSLH sudah dimulai sejak 2022. Selama tiga tahun […]

  • Universitas Paramadina Resmikan Galeri Investasi Syariah: Gen Z Didorong Melek Pasar Modal

    Universitas Paramadina Resmikan Galeri Investasi Syariah: Gen Z Didorong Melek Pasar Modal

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2025 menunjukkan literasi keuangan syariah naik menjadi 43,42%, sementara inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan syariah, namun belum diikuti dengan peningkatan penggunaan produk dan layanan syariah secara signifikan, oleh sebab itu kampus perlu terus berupaya melakukan edukasi […]

  • Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang –  secara darinUniversitas Paramadina bersama Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengadakan diskusi bertajuk “Apakah Pengelola Dana Negara Danantara Kebal Hukum?” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/3/2025). Diskusi ini membahas berbagai aspek tata kelola Danantara, termasuk regulasi hukum, dampak ekonomi, serta transparansi pengelolaannya. Dalam pengantarnya, Fahmi Wibawa, Direktur […]

expand_less