Seperempat Abad Menunggu Rumah Layak, Rasa Syukur Hadi Tumpah Saat Ahmad Luthfi Datang
- account_circle Fahroji
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi rumah Hadi Mulyono (54) , Senin (29/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Selama 25 tahun, Hadi Mulyono hidup bersama keluarganya di rumah yang setiap musim hujan kebanjiran karena lebih rendah dari badan jalan. Dinding tempat tinggal warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, itu, nampak rapuh. Atapnya tak lagi memberi rasa aman.
Mimpi memiliki rumah layak huni hanya menjadi angan bagi buruh bangunan dengan upah Rp 100 ribu per hari itu. Hingga akhirnya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah kenyataan yang selama ini terasa mustahil.
Senyum Hadi Mulyono (54) tak pernah lepas saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi rumahnya, Senin (29/6/2026). Berulang kali ia mengucapkan terima kasih atas bantuan membuat rumah yang ditempatinya selama seperempat abad, kini berdiri lebih kokoh dan layak dihuni.
“Terima kasih Pak Luthfi atas bantuannya. Saya senang sekali, senang bisa membangun rumah,” ujar Hadi sambil menunjukkan tanda terima bantuan RTLH yang dipasang di teras rumahnya.
Dalam perbincangan bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Hadi menceritakan perjuangannya selama bertahun-tahun. Sebagai buruh bangunan, penghasilannya tak pernah cukup untuk mewujudkan keinginan memperbaiki rumah.
“Saya kerja kuli bangunan di proyek, gaji Rp 100 ribu per hari. Istri kerja di pabrik, anak pertama juga kerja di pabrik kertas,” tuturnya.
Rumah yang kini tampak nyaman itu sebelumnya menjadi langganan banjir. Posisinya lebih rendah dari jalan sehingga air hujan selalu masuk ke dalam rumah. Dinding yang dibangun menggunakan pasir sungai juga mulai keropos dan mudah jebol.
“Sudah lama ingin memperbaiki rumah, tapi mengumpulkan uang tidak pernah cukup. Bantuan ini benar-benar menolong kami,” katanya.
- Penulis: Fahroji

