Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Sri Mulyani Tegaskan Kebijakan Prabowo: PPN Tidak Naik!

Sri Mulyani Tegaskan Kebijakan Prabowo: PPN Tidak Naik!

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025 | 10:35 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan berlaku pada 1 Januari 2025.

Ia mengatakan barang dan jasa yang sebelumnya bebas PPN, tidak akan dikenakan biaya apapun.

“PPN TIDAK NAIK…!” kata Sri Mulyani lewat instagram pribadinya, @smindrawati, pada Selasa (31/1).

“Presiden @prabowo hadir di rapat Tutup Kas APBN 2024 dan launching Core Tax di Kementerian Keuangan,” sambungnya.

Lewat unggahan tersebut, Sri Mulyani mengatakan Prabowo mengumumkan kebijakan PPN sesuai amanat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan UU 7/2021. Sejumlah poin dalam kebijakan tersebut menyatakan seluruh barang dan jasa yang selama ini menikmati bebas PPN, maka akan tetap bebas PPN atau PPN 0% sesuai PP 49/2022.

“Seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenakan PPN 11% – TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN PPN YANG DIBAYAR (artinya TIDAK ADA KENAIKAN PPN dan tetap membayar PPN 11%),” sambung Sri Mulyani.

Selain itu, ia menegaskan tarif PPN 12% yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025 hanya berlaku bagi barang mewah seperti kapal dan pesawat pribadi.

“Barang mewah yang dikenakan PPN 12% adalah BARANG YANG SAAT INI DIKENAKAN PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) YANG DIATUR DALAM PMK 15/2023 dan PMK 42/2022,” tutur Sri Mulyani.

“Seperti: Pesawat pribadi, Kapal Pesiar , Yacht, Rumah/apartemen/kondominiun mewah dengan harga diatas Rp.30 milyar; kendaraan bermotor mewah,” tambahnya.

Pemerintah juga menyatakan seluruh paket stimulus untuk masyarakat dan insentif perpajakan yang diumumkan Menko Perekonomian tanggal 16 Desember 2024, akan tetap berlaku.

Sri Mulyani merinci paket stimulus yang dimaksud mencakup bantuan beras 10 kg per bulan Januari-Februari 2025, bagi 16 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Kemudian, bantuan itu juga berlaku untuk pelanggan listrik dengan daya 2200 VA atau lebih rendah. Mereka akan berikan diskon listrik sebesar 50% selama Januari-Februari 2025.

“PPh final 0,5% dari omzet dan UMKM dengan omset di bawah Rp500juta/tahun dibebaskan PPh. PPh pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja dengan gaji sampai dengan Rp10juta/bulan,” tambah Sri Mulyani.

Selain itu, ia juga menyebut pembiayaan industri padat karya untuk revitalisasi mesin dengan subsidi bunga 5%. Kemudian, bantuan jaminan kecelakaan kerja sebesar 50% juga tetap berlaku pada sektor padat karya selama 6 bulan.

“Kemudahan mengakses Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” ujarnya.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pajak dan APBN adalah instrumen untuk mewujudkan keadilan dan gotong royong, menjaga masyarakat dan perekonomian dan harus berpihak pada rakyat.

Pada unggahan itu, ia juga mengucapkan selamat tahun baru 2025 dan mengajak semua elemen bangsa untuk tetap semangat membangun negara.

“Terus semangat membangun Indonesia maju adil sejahtera,” tegas Sri Mulyani dengan menyematkan tiga emoji api dan tiga emoji bendera Indonesia.*

Sumber: era-pos.com

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja Sama dengan Undip Pemkab Pemalang Bangun Rumah Desalinasi Air

    Kerja Sama dengan Undip Pemkab Pemalang Bangun Rumah Desalinasi Air

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025 | 09:17 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemkab Pemalang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang membangun rumah desalinasi air di Desa Blendung dan Desa Kaliprau.

  • Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

    Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025 | 07:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, sudah melakukan langkah strategis dalam menangani polemik tambang di lereng Gunung Slamet Kabupaten Banyumas. Ia memastikan, kepentingan masyarakat dan evaluasi dampak kerusakan lahan akan menjadi pertimbangan utama. “Sudah kita tindak lanjuti,” kata Ahmad Luthfi kepada awak media saat di Kota Surakarta, Jumat, 12 Desember 2025. Ia […]

  • Bupati Anom Tinjau Progres Proyek Jalan Provinsi dan Kabupaten

    Bupati Anom Tinjau Progres Proyek Jalan Provinsi dan Kabupaten

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025 | 10:31 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro didampingi Kepala DPU TR Joko Tri Asmoro meninjau beberapa titik lokasi progres proyek infrastruktur jalan baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten, Jumat (3/10/2025). Beberapa proyek jalan yang ditinjau oleh Bupati antara lain, ruas jalan DI. Panjaitan kemudian jalan raya Pasar Bantarbolang selanjutnya ruas jalan raya Randudongkal-Moga dan ruas […]

  • Dana Desa Menyusut, Paguyuban Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Ahmad Luthfi soal Bankeu, KDMP, Hingga Relokasi Puskesmas

    Dana Desa Menyusut, Paguyuban Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Ahmad Luthfi soal Bankeu, KDMP, Hingga Relokasi Puskesmas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026 | 19:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Di tengah pemangkasan dana desa yang kian terasa, para kepala desa di Kabupaten Banyumas menyampaikan langsung kegelisahan mereka kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Mulai dari tuntutan pemerataan bantuan keuangan (Bankeu), bantuan gubernur (Bangub), problematika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga polemik relokasi Puskesmas Cilongok II. Seluruh aspirasi itu disuarakan dalam pertemuan […]

  • Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi  Melempem ?

    Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025 | 03:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Oleh: Jacob Ereste Semula filosofis dari makna sepi ing pamrih, rame ing gawe itu asal muasalnya berasal dari getaran spiritual suku bangsa Jawa. Kemudian sempat menjadi pengobar sangat suku bangsa nusantara dalam etos kerja, sedikit bicara. Jadi tidak perlu terlalu banyak berlagak (ngomong) saja, karena yang lebih utama adalah bekerja. Tapi sekarang filsafat kerja ini […]

  • Ratusan Peserta Ikut Seleksi Magang Jepang di Pemalang

    Ratusan Peserta Ikut Seleksi Magang Jepang di Pemalang

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025 | 21:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI, IM Japan, dan IKAPEKSI menggelar seleksi Magang Jepang Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten, Senin (1/12/25) Bupati Pemalang dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Umroni mengatakan, program magang Jepang tersebut merupakan salah satu program unggulan pemerintah […]

expand_less