Jumat, 16 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Gubernur Ahmad Luthfi Buka Raimuna Daerah XIII Jateng, Perkuat Ketahanan Bangsa dengan Kolaborasi Lintas Sektor

Gubernur Ahmad Luthfi Buka Raimuna Daerah XIII Jateng, Perkuat Ketahanan Bangsa dengan Kolaborasi Lintas Sektor

  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Ribuan Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Jawa Tengah memadati Bumi Perkemahan Candra Birawa, Gunungpati, Kota Semarang, Senin, 25 Agustus 2025. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-64 sekaligus pembukaan Raimuna Daerah (Raida) XIII Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka, Ahmad Luthfi, hadir sebagai pembina upacara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan bangsa.

“Tema tahun ini adalah kolaborasi membangun ketahanan bangsa. Pramuka tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bergerak bersama pemerintah, masyarakat, maupun swasta,” kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Raimuna XIII Jateng tahun ini diikuti 1.200 peserta dari 35 Kwartir Cabang se-Jateng. Mereka merupakan representasi generasi muda yang kreatif dan penuh semangat.

Kegiatan Raimuna mengusung sejumlah fokus, mulai dari pengembangan keterampilan abad 21, kewirausahaan dan ekonomi kreatif, advokasi dan aksi sosial, hingga pelestarian budaya dan sejarah.

Ahmad Luthfi berharap semangat Hari Pramuka ke-64 dan Raimuna XIII mampu menjadi energi positif bagi generasi muda Jawa Tengah.

“Pegang teguh Trisatya dan Dasadarma. Jadikan itu pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kalian adalah agen perubahan yang akan membawa Jawa Tengah makin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

Ketua Kwarda Jateng, S Budi Prayitno, mengatakan, selain Raimuna, juga digelar berbagai kegiatan dalam rangka Hari Pramuka ke-64. Mulai dari apel ulang janji, bakti sosial, donor darah serentak, hingga lomba Pramuka Garuda.

“Dengan slogan ‘Ngopeni Ngelakoni Jateng’, kami ingin Pramuka Jawa Tengah hadir nyata melalui aksi sosial, penanggulangan bencana, dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kwartir Nasional juga memberikan sejumlah tanda penghargaan kepada tokoh, pembina, dan peserta didik berprestasi. Beberapa yang menerima antara lain Lencana Melati, Dharma Bakti, Karya Bhakti, hingga Teladan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Pekalongan Paparkan Lonjakan Kasus KLB Nasional, Dorong Pengawasan Ketat

    Kapolres Pekalongan Paparkan Lonjakan Kasus KLB Nasional, Dorong Pengawasan Ketat

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung pada hari Kamis (02/10/2025), bertempat di Aula LAT 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Rapat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjamin kelayakan, keamanan, dan keberlanjutan program MBG di wilayah Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh […]

  • Jelang Ramadan Kepala Daerah di Jateng Diimbau untuk Memastikan Ketersediaan Pangan

    Jelang Ramadan Kepala Daerah di Jateng Diimbau untuk Memastikan Ketersediaan Pangan

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1445 Hijriah Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengimbau seluruh kepala daerah untuk memastikan ketersediaan pangan di daerahnya aman. Hal itu disampaikan saat memberikan arahan dalam acara High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah Semester I Tahun 2024, dan Persiapan Menghadapi Ramadan, di salah […]

  • Prof. Didik J. Rachbini: Narasi Ambil Alih Paksa BCA Anarkhi Politik Kebijakan

    Prof. Didik J. Rachbini: Narasi Ambil Alih Paksa BCA Anarkhi Politik Kebijakan

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai wacana pengambilalihan paksa saham PT Bank Central Asia (BCA) oleh pemerintah merupakan narasi yang berbahaya, sesat, dan bisa merusak sistem ekonomi-politik nasional. Menurutnya, ide yang berasal dari salah satu partai politik dan DPR tersebut tidak memiliki dasar dan justru mengancam stabilitas perbankan. “Ada saja akhir-akhir […]

  • Bulan Ramadan Menu Buka Puasa WBP Lapas Kelas IIB Diperhatikan. Kalapas: Ini Sudah Menjadi Komitmen

    Bulan Ramadan Menu Buka Puasa WBP Lapas Kelas IIB Diperhatikan. Kalapas: Ini Sudah Menjadi Komitmen

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tuban, tak hanya mendapatkan program religi di bulan Ramadan 1445 H. Namun untuk mendukung kekhusyukan beribadah selama menjalankan puasa WBP juga mendapatkan exstra food atau takjil sebagai menu tambahan saat buka puasa. Kepala Lapas Tuban Edi Kuhen mengatakan, bahwa pihaknya sangat memperhatikan menu makanan saat berbuka […]

  • Penyerahan Lukisan Foto Bupati Tandai Peresmian Galeri Rumah Seni Pemalang

    Penyerahan Lukisan Foto Bupati Tandai Peresmian Galeri Rumah Seni Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Galeri Rumah Seni Pemalang (RSP) yang bertempat di Jl. Kyai Makmur No.14 Kebondalem diresmikan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditandai dengan penyerahan lukisan foto Bupati dan Wakil Bupati kepada penggagas Galeri RSP Kholil, Jumat (10/10/2025). “Semoga ini bisa berkembang, maju dan menjadi tempat untuk berkumpulnya pegiat-pegiat seni terutama seni lukis dan seni […]

  • Trump Trade War: Menyelamatkan Pasar Modal, Menyehatkan Ekonomi Indonesia

    Trump Trade War: Menyelamatkan Pasar Modal, Menyehatkan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – “Ketika melihat fenomena ini, kita diingatkan pada siklus 100 tahunan yang dikenal dengan istilah Great Depression atau Depresi Besar, yang melanda Amerika Serikat pada tahun 1929. Saat itu, bursa efek New York Stock Exchange mengalami kehancuran besar hingga puluhan juta saham menjadi tidak bernilai” ujar Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas […]

expand_less