Hujan Guyur Rempoah, Baturraden, Banyumas, Jamaah Tetap Khusyuk Tunaikan Salat Id 1447 H
- account_circle Fahroji
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Dari lereng sejuk Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Baturraden, gema takbir Idul Fitri mengalun lembut, berpadu dengan rintik gerimis yang menyentuh pagi, Jumat (20/3/2026). Di Aula Balai Desa Rempoah, ratusan jamaah berkumpul dalam satu saf spiritual, menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden.
Meski semula direncanakan berlangsung di ruang terbuka Lapangan Akrab, hujan yang turun memaksa pelaksanaan dipindahkan ke dalam ruangan. Namun, cuaca tak mampu meredam semangat. Justru, di tengah keterbatasan itu, tampak keteguhan jamaah dalam merawat nilai-nilai kebersamaan dan keberislaman yang berkemajuan.
Bagi Muhammadiyah Cabang Baturraden, ini bukan sekadar agenda tahunan. Untuk ketiga kalinya digelar di lokasi tersebut, Salat Id menjadi bagian dari denyut dakwah akar rumput untuk menguatkan eksistensi gerakan sekaligus meneguhkan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Dipimpin oleh Yahya An Nuhair Al-Hafidz, salat berlangsung khusyuk, menghadirkan keheningan yang sarat makna.
Khutbah Idulfitri disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Faozan Amar, S.Ag., M.M., Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah yang mengangkat tema “Idul Fitri dan Taqwa: Mewujudkan Islam Berkemajuan di Tengah Gejolak Global.” Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa ketakwaan pasca-Ramadan tidak boleh berhenti sebagai ritual personal.
“Spirit ketakwaan tidak boleh berhenti di atas sajadah; ia harus bertransformasi menjadi energi penggerak untuk menjawab tantangan zaman. Dakwah Muhammadiyah harus hadir melalui penguatan pilar pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial,” tegas dosen FEB UHAMKA Jakarta tersebut.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an tentang perubahan nasib suatu kaum yang bergantung pada ikhtiar mereka sendiri, sebagaimana terkandung dalam QS Ar-Ra’d ayat 11. Seruan itu diperluas menjadi ajakan untuk membangun kemandirian umat sekaligus merawat solidaritas kemanusiaan global, termasuk dengan mendoakan kemerdekaan Palestina.
“Perubahan tidak akan datang tanpa kesungguhan usaha. Karena itu, mari kita rawat ketakwaan dengan kerja nyata, sekaligus meneguhkan solidaritas kemanusiaan dengan mendoakan kemerdekaan Palestina,” ungkap Mantan Ketua PC IMM Banyumas.
- Penulis: Fahroji



