Infrastruktur Pengairan Jateng Redam Rob dan Suplai Irigasi
- account_circle Fahroji
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bagi Matori, seorang petani setempat, keberadaan embung bukan sekadar infrastruktur, melainkan jaminan panen.
“Kalau musim kemarau biasanya tidak panen. Sekarang bisa terairi dan hasil panen juga meningkat,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, 2025 menjadi tahun penting pembangunan pengairan.
Delapan embung baru dibangun, dua embung direvitalisasi, serta 14 paket perbaikan daerah aliran sungai dituntaskan di berbagai wilayah.
Untuk tanggul Bremi-Meduri, Henggar menyebut, pembangunan pada 2025 mencakup 733 meter dari total 2.333 meter, sebagai bagian dari proyek tahun jamak sejak 2021.
“Dengan peninggian sekitar 1,5 meter, desa-desa yang sebelumnya selalu tergenang kini relatif aman,” ujarnya.
Penguatan DAS juga difokuskan pada wilayah strategis seperti DAS Pemali, Bodri, Kutho, dan Blorong.
Meski di beberapa titik penanganan masih bersifat darurat, Henggar menegaskan arah kebijakan tetap bertumpu pada ketahanan pangan melalui perbaikan jaringan irigasi dan fungsi embung.
- Penulis: Fahroji



