Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Para juara JamasMu 1 Banyumas. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia berharap JamasMu 1 mampu melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, percaya diri, serta memiliki kemampuan dakwah dan kepemimpinan sejak usia dini. Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kabupaten Banyumas.
Lebih lanjut, Muhammad Sugeng menambahkan bahwa perlombaan juga menjadi sarana bagi para santri untuk menyalurkan bakat, meningkatkan keberanian tampil di depan umum, serta membangun pengalaman berharga sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap para santri kelak menjadi penerus syiar Islam sekaligus kader Muhammadiyah yang mampu membawa dakwah berkemajuan.
Pada akhir kegiatan, panitia menetapkan para juara di masing-masing cabang lomba. Juara I lomba adzan diraih Hasan Salim M dari TPQ Nur Hidayah Tanjung. Cabang pildacil putra dimenangkan Hana Duta Wijaya dari TPQ Baitul Hikmah Karanglewas Kidul, sedangkan pildacil putri diraih Fauzia Nirmala dari TPQ Al-Kautsar Tanjung. Pada cabang sambung ayat putra, juara pertama diraih tim TPQ Al-Ikhsan Kasegeran Cilongok, sementara sambung ayat putri dimenangkan tim TPQ Al-Mushlih Karangtawang Wangon. Adapun gelar Juara Umum berhasil diraih TPQ Nur Hidayah Tanjung dengan perolehan skor Game Islami tertinggi.
Melalui penyelenggaraan JamasMu 1, Muhammadiyah Banyumas menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, percaya diri, dan memiliki semangat dakwah sejak usia dini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media pembinaan berkelanjutan yang mempererat ukhuwah antarsantri, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta melahirkan kader-kader penerus syiar Islam dan Muhammadiyah yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan persyarikatan di masa mendatang.*
Kontributor: Tarqum Aziz JurnalisMu.
- Penulis: Fahroji

