Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025 | 13:46 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina bekerjasama dengan Universitas Diponegoro, LP3ES, KITLV Leiden, dan INDEF menyelenggarakan Sekolah Demokrasi Angkatan VIII dengan tema Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi.

Acara yang berlangsung selama 2 hari (28-29 November 2025) bertempat di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, dan kampus Cipayung.

Prof. Suharnomo, Rektor Universitas Diponegoro, dalam sambutanya dengan nada tegas namun penuh keprihatinan, ia menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia berada pada titik yang membutuhkan penguatan mendesak.

Menurutnya, kita tidak boleh hanya terpaku pada prosedur demokrasi seperti pemilu atau pergantian kepemimpinan.

Demokrasi membutuhkan institusi kuat yang mampu menopang legitimasi politik dan menjaga ruang publik tetap sehat.

Ia mengingatkan bahwa dalam situasi politik seperti sekarang ketika banyak lembaga pengawasan melemah, dan ketika ruang kebebasan sipil mengalami tekanan maka literasi demokrasi menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

“Dalam situasi seperti ini, institusi demokrasi tidak boleh melemah apalagi runtuh. Dampaknya akan serius, tidak hanya bagi kebijakan, tetapi juga bagi masa depan bangsa,” tuturnya.

Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, memulai dengan sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam wacana pembangunan: manakah yang harus dibangun terlebih dahulu, demokrasi atau ekonomi?

Pertanyaan ini tampak sederhana, namun jawaban dan implikasinya sangat kompleks. Menurut Handi, dalam sejumlah negara, terutama negara kesejahteraan di Eropa, pembangunan ekonomi sering kali menjadi fondasi awal sebelum demokrasi berkembang secara matang.

Namun Indonesia berada dalam dinamika yang berbeda. Reformasi 1998 membuat demokrasi tumbuh bersamaan dengan proses pembangunan ekonomi.

Akibatnya, seringkali keduanya dipertentangkan: apakah negara harus lebih fokus pada stabilitas ekonomi atau kebebasan politik?

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Klareyan Resmi Ditutup, Fokus Bangun Negeri dari Desa

    TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Klareyan Resmi Ditutup, Fokus Bangun Negeri dari Desa

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026 | 12:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Pemalang resmi berakhir. Penutupan program ditandai dengan upacara khidmat yang dipusatkan di Lapangan Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, pada Kamis (21/5/2026). Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang, Letkol Inf Muhammad Arif, yang juga menjabat sebagai Dansatgas TMMD, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam […]

  • Melalui Jateng Bersholawat, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Kirim Doa Korban Bencana

    Melalui Jateng Bersholawat, Wagub Taj Yasin Ajak Masyarakat Kirim Doa Korban Bencana

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025 | 10:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengajak masyarakat untuk mendoakan korban bencana yang belakangan melanda tanah air. Baik di Banjarnegara, Cilacap, dan terbaru Sumatera Utara. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Jateng Bersholawat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kabupaten Magelang, Jumat malam, 4 Desember 2025. “Malam hari ini, […]

  • Rektor Universitas Paramadina: Saat Ini Butuhkan Peran Mahasiswa, Perjuangan Harus Tetap Terarah

    Rektor Universitas Paramadina: Saat Ini Butuhkan Peran Mahasiswa, Perjuangan Harus Tetap Terarah

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025 | 14:51 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Menyalakan Lilin di Kegelapan: Refleksi dan Keprihatinan Bersama Masyarakat Sipil” pada Minggu (31/8/2025) melalui zoom meeting guna merespons kondisi sosial-politik di Indonesia yang terjadi beberapa waktu hari terakhir. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik […]

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Pemalang Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Desa Pesantren

    Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Bupati Pemalang Pimpin Aksi Tanam Mangrove di Desa Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026 | 12:58 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar aksi kerja bakti dan penanaman pohon mangrove di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Sabtu (06/06/2026). Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie. Aksi lingkungan ini […]

  • Pastikan Penanganan Bencana Optimal, Panglima TNI Tinjau Lokasi Longsor di Cisarua

    Pastikan Penanganan Bencana Optimal, Panglima TNI Tinjau Lokasi Longsor di Cisarua

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026 | 16:49 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Guna memastikan pelaksanaan penanganan darurat serta operasi pencarian dan evakuasi korban berjalan secara optimal. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (6/2/2026). Kepada awak media, dia mengungkapkan apresiasi serta memberikan dukungan moril kepada seluruh tim gabungan SAR, yang […]

  • 4 Oleh-oleh Kahs Pemalang dari Olahan Nanas Madu yang Menjadi Primadona

    4 Oleh-oleh Kahs Pemalang dari Olahan Nanas Madu yang Menjadi Primadona

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025 | 22:24 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kabupaten Pemalang, yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nanas madu terbesar. Perkebunan nanas madu di Pemalang tersebar di wilayah selatan, antara lain di Kecamatan Belik, Pulosari, dan Watukumpul. Buah nanas madu telah menjadi ikon daerah ini. Tak sulit untuk menemukan buah nanas madu Pemalang, buah […]

expand_less