Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Nasional » Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025 | 13:46 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina bekerjasama dengan Universitas Diponegoro, LP3ES, KITLV Leiden, dan INDEF menyelenggarakan Sekolah Demokrasi Angkatan VIII dengan tema Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi.

Acara yang berlangsung selama 2 hari (28-29 November 2025) bertempat di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, dan kampus Cipayung.

Prof. Suharnomo, Rektor Universitas Diponegoro, dalam sambutanya dengan nada tegas namun penuh keprihatinan, ia menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia berada pada titik yang membutuhkan penguatan mendesak.

Menurutnya, kita tidak boleh hanya terpaku pada prosedur demokrasi seperti pemilu atau pergantian kepemimpinan.

Demokrasi membutuhkan institusi kuat yang mampu menopang legitimasi politik dan menjaga ruang publik tetap sehat.

Ia mengingatkan bahwa dalam situasi politik seperti sekarang ketika banyak lembaga pengawasan melemah, dan ketika ruang kebebasan sipil mengalami tekanan maka literasi demokrasi menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

“Dalam situasi seperti ini, institusi demokrasi tidak boleh melemah apalagi runtuh. Dampaknya akan serius, tidak hanya bagi kebijakan, tetapi juga bagi masa depan bangsa,” tuturnya.

Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, memulai dengan sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam wacana pembangunan: manakah yang harus dibangun terlebih dahulu, demokrasi atau ekonomi?

Pertanyaan ini tampak sederhana, namun jawaban dan implikasinya sangat kompleks. Menurut Handi, dalam sejumlah negara, terutama negara kesejahteraan di Eropa, pembangunan ekonomi sering kali menjadi fondasi awal sebelum demokrasi berkembang secara matang.

Namun Indonesia berada dalam dinamika yang berbeda. Reformasi 1998 membuat demokrasi tumbuh bersamaan dengan proses pembangunan ekonomi.

Akibatnya, seringkali keduanya dipertentangkan: apakah negara harus lebih fokus pada stabilitas ekonomi atau kebebasan politik?

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 08:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kejaksaan Tinggi Jateng menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penandatanganan juga dilakukan antara para Kajari dengan Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah sebagai langkah persiapan menjelang pemberlakuan penuh KUHP pada 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pidana […]

  • Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausaha dengan Pola Pikir Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

    Sandiaga Uno: Indonesia Butuh Wirausaha dengan Pola Pikir Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025 | 17:15 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina mengadakan forum Meet The Leaders dengan pembicara tunggal Sandiaga Salahuddin Uno, Enterpreneur, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Periode 2020 – 2024. Diskusi dibuka oleh Hendro Martowardojo selaku Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, dipandu oleh host program oleh Wijayanto Samirin, bertempat di Auditorium Benny Subianto, Trinity Tower Lt. 45, Kampus Kuningan, […]

  • Bupati Anom Serahkan Penghargaan Tingkat Nasional

    Bupati Anom Serahkan Penghargaan Tingkat Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025 | 20:38 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Disaksikan para peserta apel (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Bupati Anom Widyantoro menyerahkan beberapa penghargaan tingkat nasional pada kegiatan Pekan Merah Putih Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dari Sabang sampai Merauke Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/ BKKBN Pusat. Beberapa penghargaan yang diserahkan Bupati yaitu Katagori Story Telling Terbaik kepada TPA […]

  • Pasca Banjir Demak, Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Masa Recovery

    Pasca Banjir Demak, Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Masa Recovery

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024 | 20:52 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana kembali meninjau jalan menuju tanggul Sungai Wulan, Kabupaten Demak, Sabtu (24/2/2024). Kunjungan kali ini untuk memastikan penanganan banjir berjalan dengan baik. Nana mengatakan, penanganan banjir yang dilakukan yaitu dengan menyedot air menggunakan 27 pompa air berukuran besar. “Dalam satu minggu ini 27 pompa air yang berukuran besar […]

  • Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

    Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026 | 10:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. “Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga dengan adanya lomba BUMDes ini juga saya berharap […]

  • PKH Bukan Bantuan Permanen, Melainkan Jaringan Sementara

    PKH Bukan Bantuan Permanen, Melainkan Jaringan Sementara

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025 | 01:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – PKH bukan bantuan permanen, melainkan jaringan sementara untuk mendorong kemandirian keluarga. Ungkapan tersebut disampaikan Mensos RI Saifullah Yusuf dalam acara graduasi 1000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pemalang Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (17/11/2025). “Yang di graduasi ini dulunya di afirmasi dan di pangku. Awalnya dibela, […]

expand_less