Momen Haru Wagub Jateng Temui Pemudik Pengidap Hidrosefalus di Bandung
- account_circle Fahroji
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Gus Yasin menemui Adelia Adinda Putri (25), pemudik asal Sukoharjo yang berjuang melawan penyakit hidrosefalus.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sang ibu, Tutik Dwi (56), tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Perempuan yang sejak 1998 berjualan jamu tradisional di Bandung itu mengaku baru kali ini bisa ikut program mudik gratis dari Pemprov Jateng.
“Baru sekali ini ikut. Dulu pernah mau ikut, tapi adiknya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, jadi batal,” tuturnya.
Kesempatan tahun ini datang setelah seorang pengurus paguyuban memberi tahu tentang program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Awalnya, panitia bahkan menawarkan penjemputan ambulans hingga ke rumah.
“Tadinya mau dijemput sampai rumah pakai ambulans, tapi saya enggak enak sama petugasnya. Jadi kami langsung berangkat sendiri saja,” katanya.
Bagi Tutik, perjalanan pulang ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ia merasakan perhatian yang begitu besar dari panitia terhadap kondisi putrinya.
“Pengurus, panitia semuanya baik-baik. Anak saya difasilitasi dengan baik. Semuanya peduli. Saya bahagia bisa ikut di sini. Apalagi gratis, jadi tidak ada pengeluaran,” ujarnya dengan mata berkaca.
Menyiapkan perjalanan bagi Adelia memang bukan perkara mudah bagi panitia. Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menyebut kehadiran Adelia adalah anugerah bagi rasa kemanusiaan timnya.
- Penulis: Fahroji



