Pemprov Jateng Tegaskan Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo
- account_circle Fahroji
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul Bogor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Senada, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, kepala daerah diarahkan untuk bekerja dengan semangat bela negara dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
“Kita diarahkan untuk membela negara dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Kita bekerja lebih semangat lagi untuk merawat rakyat,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mengintegrasikan RPJMN ke dalam RPJMD Jawa Tengah. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen serta memperkuat swasembada pangan.
Pada 2026, Pemprov Jateng menetapkan arah pembangunan sebagai provinsi lumbung pangan nasional dengan target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 3,7 juta ton. Strategi yang ditempuh meliputi peningkatan produktivitas, rehabilitasi irigasi, pengamanan produksi, sinergi lintas sektor, serta penguatan dukungan APBD sektor pertanian.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen. Ke depan, Pemprov Jateng menargetkan peningkatan pertumbuhan melalui penguatan sektor unggulan, kemandirian desa, pengendalian inflasi, ketahanan sumber daya alam dan lingkungan, serta mitigasi bencana.
Strategi tersebut turut diperkuat melalui sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah pada Agustus 2025 turun menjadi 4,66 persen. Upaya lanjutan dilakukan melalui program petani milenial, peningkatan kapasitas SDM pertanian dan nelayan, hilirisasi sumber daya alam, revitalisasi balai latihan kerja, serta program upskilling, reskilling, pemagangan, dan kewirausahaan.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan strategi di bidang pendidikan dan kesehatan, antara lain pembangunan dan revitalisasi sekolah, pengembangan SMK boarding dan sekolah unggulan, perluasan Sekolah Rakyat, serta optimalisasi layanan dokter spesialis keliling dan dukungan Cek Kesehatan Gratis.
Pada sektor infrastruktur dan tata ruang, Jawa Tengah mengembangkan 10 wilayah pengembangan dan 10 aglomerasi ekonomi baru dengan fokus pada hilirisasi pertanian, reforma agraria, perumahan, penanganan kawasan kumuh, serta peningkatan konektivitas wilayah.
- Penulis: Fahroji




