Perkuat Transparasi, Akuntabilitas dan Ketepatan dalam Penyaluran Bantuan Sosial, Pemprov Jateng Luncukan “Si Dia Baik”
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen secara resmi meluncurkan aplikasi digital Si Dia Baik.(Foto: dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan aplikasi digital “Si Dia Baik”, sebuah sistem pengelolaan Badan Amal Kasih Kristiani (Bakkris) Provinsi Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.
Aplikasi tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Sumarno, pada puncak Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat malam, 9 Januari 2026.
“Kalau di umat Islam ada Baznas, maka di umat Kristiani ada Bakkris. Hari ini kita luncurkan sistem digitalnya agar pengelolaannya semakin terbuka dan akuntabel,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Berdasarkan laporan panitia, dana sosial yang berhasil dihimpun Bakkris hingga saat ini mencapai sekitar Rp 590 juta. Dana tersebut telah dan akan disalurkan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan bagi warga terdampak bencana, serta bentuk bantuan sosial lainnya.
Menurut Ahmad Luthfi, keberadaan Bakkris dan digitalisasi pengelolaannya mencerminkan nilai toleransi dan solidaritas sosial lintas umat beragama di Jawa Tengah.
“Ini adalah wujud kepedulian bersama, tidak hanya untuk komunitas sendiri, tetapi juga untuk masyarakat luas. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan semangat gotong royong ini,” katanya.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, inisiatif pembentukan aplikasi tersebut berawal dari aspirasi paguyuban umat Kristiani yang ingin memiliki mekanisme pengelolaan dana sosial secara terstruktur dan profesional.
“Di lingkungan Pemprov Jateng sudah ada Baznas untuk umat Muslim, serta skema penyisihan dana bagi umat agama lain. Umat Kristiani kemudian sepakat membangun aplikasi tersendiri agar penyaluran donasi lebih transparan dan tepat sasaran,” ujar Taj Yasin.
- Penulis: Fahroji




