Sektor Perumnas Hijau Jadi Kunci Strategis Transisi Ekonomi Berkelanjutan
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kehadiran Bapak Gubernur menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan hunian berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep green living diterapkan tidak hanya pada desain bangunan, tetapi juga infrastruktur kawasan. Salah satunya melalui penggunaan sistem kabel bawah tanah untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman.
“Di seluruh kawasan tidak ada kabel yang bergelantungan karena seluruh instalasi ditempatkan di bawah tanah. Ini bagian dari komitmen kami terhadap hunian yang tertata dan ramah lingkungan,” katanya.
Aurelia menambahkan, kolaborasi dengan Jateng Petro Energy merupakan upaya mendukung transisi energi di sektor perumahan.
“Kami ingin menjadi pionir pengembangan hunian green residential, tidak hanya di Semarang dan Jawa Tengah, tetapi juga di tingkat nasional. Dukungan pemerintah dan seluruh mitra menjadi kunci utama,” ujarnya.
Sejalan dengan proyek tersebut, tren hunian berkonsep green living di Jawa Tengah dinilai terus berkembang. Sejumlah pengembang mulai menerapkan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) melalui inovasi material, desain bangunan, pengelolaan air, efisiensi energi, serta manajemen sampah berbasis kawasan.*
- Penulis: Fahroji




