Target Nasional Terlampaui, Jawa Tengah Siap Jadi Penyangga Pangan Indonesia
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil memenuhi target nasional yangao ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi fondasi awal untuk memperkuat swasembada pangan daerah sekaligus meneguhkan peran Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional pada 2026.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah per Desember 2025, produksi padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Dengan luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare, Jawa Tengah menempati posisi tiga besar kontributor beras nasional.
Sementara itu, produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua secara nasional.
Untuk komoditas kedelai, produksi tercatat sebesar 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa capaian tersebut telah memenuhi target nasional dan menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
“Dari target nasional 11 juta ton, wilayah Jawa Tengah telah memenuhi sekitar 9 juta ton. Artinya, kebutuhan pangan Jawa Tengah, khususnya beras, berkontribusi sekitar 17,5 persen terhadap kebutuhan nasional,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu, 31 Desember 2025.
Menurutnya, capaian tahun 2025 menjadi pijakan penting untuk menghadapi tantangan tahun berikutnya. Berdasarkan peta jalan pembangunan daerah, 2026 ditetapkan sebagai tahun swasembada pangan Jawa Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai penumpu pangan nasional.
- Penulis: Fahroji




