Wayang dan Hadroh Meriahkan Puncak Pekan Dakwah Ramadan SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Baitul Hikmah, Karanglewas Kidul, pada Sabtu malam (14/3/2026).
Ratusan warga dan simpatisan Muhammadiyah se-Kecamatan Karanglewas antusias menyaksikan penampilan HadrohMu serta pagelaran Wayang 1 Jaman yang menjadi media dakwah kreatif di penghujung rangkaian Pekan Dakwah Ramadan 2026.
Acara ini merupakan puncak dari program pengabdian masyarakat yang digelar oleh SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto selama sepekan penuh.
Ketua Panitia Pekan Dakwah Ramadan 2026, KH. Sugeng menjelaskan, sejak 9 Maret lalu, sekolah menerjunkan 38 siswa ke tujuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah Karanglewas, meliputi Karanglewas Kidul, Pasir Wetan, Karanggude, Karangkemiri, Margasari, Singasari, hingga Damaraja.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya menetap, tetapi membaur sepenuhnya dengan kehidupan warga. Mereka aktif berdakwah di berbagai masjid dan musala, menjadikan momen Ramadan sebagai sarana belajar sekaligus berbagi nilai-nilai keislaman langsung di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Selama sepekan, kehadiran para siswa telah memberikan warna baru bagi kehidupan dakwah di Karanglewas. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai kemampuan para siswa dalam mengajar di TPQ, menjadi imam salat, hingga menyampaikan kultum di masjid menunjukkan bahwa proses kaderisasi di lingkungan sekolah berjalan dengan baik.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengajian akbar bertajuk Wayang 1 Jaman yang dibawakan oleh Ustadz Dalang Imam Suyanto, S.Ag., M.Pd. Melalui seni wayang, pesan-pesan dakwah disampaikan dengan pendekatan budaya yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa.
Dalam pagelaran tersebut, kisah-kisah kehidupan dan nilai moral disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat, membuat dakwah terasa ringan namun penuh makna.
Ki Dalang Imam Suyanto menegaskan bahwa sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah dan pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang maupun ranting merupakan ruang strategis untuk membina generasi muda.
- Penulis: Fahroji



