Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Racbini: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Kritis, Kwik Kian Gie

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Racbini: Indonesia Kehilangan Sosok Ekonom Kritis, Kwik Kian Gie

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025 | 13:15 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Indonesia kehilangan seorang tokoh dan ekonom hebat. Kwik Kian Gie berpulang, meninggalkan warisan pemikiran dan keteladanan intelektual yang sangat berharga bagi bangsa ini. Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan refleksi mendalam atas kepergian tokoh yang dikenal luas karena sikap kritis, tajam, dan independennya terhadap kebijakan ekonomi nasional.

“Kita kehilangan tokoh dan ekonom hebat, yang peranannya besar untuk koreksi dan check and balances bagi kebijakan ekonomi,” ujar Prof. Didik dalam rilis yang disampaikan Selasa (29/7/2025).

Menurut Prof. Didik, Kwik Kian Gie merupakan sosok vokal dan berpengaruh sebagai ekonom intelektual pada era 1980-an. “Pada tahun 1980-an masih sedikit kelompok terpelajar tapi Kwik sudah menyelesaikan pendidikannya di universitas ternama di dunia, yaitu Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam (sekarang Erasmus University). Karena itu, pemikirannya dan terutama kritik tentang di media massa sangat didengar dan berpengaruh.”

Memasuki dekade 1990-an, ketika para intelektual banyak merapat ke pemerintah Orde Baru, Kwik justru memilih jalan berbeda. “Tetapi tidak bagi Kwik Kian Gie, ia tetap berada di luar menjalankan peran check and balances secara tidak formal untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan ekonomi.”

Kwik termasuk dalam jajaran ekonom kritis yang tergabung dalam “Kelompok Ekonomi 30”, bersama nama-nama seperti Sjahrir, Rizal Ramli, Dorodjatun, Hendra Esmara, Nuriman Hasibuan, Rijanto, dan Didik Rachbini. Kelompok ini aktif memberikan pandangan dan kritik di ruang publik, terutama melalui media massa.

“Sebelum reformasi pertengahan tahun 1990-an sudah banyak ekonom memberikan saran-saran dengan bukti akademik (evidence based) dan teoritis. Tetapi ekonomi Orde Baru sangat dominan dan saran-saran kebijakan relatif tidak mempan,” ujar Prof. Didik. “Kebijakan ekonomi Orde Baru di bawah kelompok yang disebut Mafia Berkeley dipuji-puji sampai akhirnya tahun 1997 ambruk.”

Kwik juga tercatat sempat menjabat di pemerintahan pasca reformasi. “Ia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika itu berarti harus berseberangan dengan kekuasaan. Sempat menjabat pada masa reformasi sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (1999–2000) dalam Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (2001) pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.”

Warisan pemikiran Kwik tetap relevan hingga kini, khususnya tentang pentingnya kedaulatan ekonomi nasional. “Pemikirannya relevan sampai saat ini, yaitu tentang pentingnya kedaulatan ekonomi. Ini yang selalu disuarakan—jangan tergantung kepada IMF dan utang agar tidak disubordinasi secara politik oleh kekuatan asing dan barat.”

“Karena itu, harus ada kewaspadaan terhadap jebakan utang luar negeri. Kritik terhadap oligarki ekonomi-politik dan sempat heboh dengan mengkritik konglomerat hitam, yang tergantung kepada lisensi negara tetapi merugikan rakyat,” lanjut Prof. Didik.

Dalam pandangan Kwik, BUMN adalah komponen strategis yang tidak boleh diabaikan. “Bagi Kwik, BUMN adalah separuh ekonomi bangsa dan instrumental. Karena itu, penting untuk menjaga BUMN dan aset strategis bangsa. Apa relevansinya dengan kondisi sekarang, Danantara tidak boleh gagal.”

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Padati Pengajian Ahad Pagi dan Khitanan Massal di Masjid At Taqwa Muhammadiyah Petarukan

    Ribuan Warga Padati Pengajian Ahad Pagi dan Khitanan Massal di Masjid At Taqwa Muhammadiyah Petarukan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025 | 15:15 WIB
    • account_circle Tuko Chaeron
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Ribuan warga dan simpatisan Muhammadiyah memadati halaman Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Petarukan dalam sebuah agenda akbar yang digelar Ahad pagi ini. Acara tersebut menggabungkan semangat dakwah, kepedulian sosial, dan pembaruan penanggalan Islam dalam momen bersejarah: Pengajian Ahad Pagi dan Khitanan Massal dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah 1447 H. Tidak hanya menjadi ajang […]

  • Persiapan Uji Publik PPID Tahap Kedua, Diskominfo Cilacap Gelar Monev Keterbukaan Informasi Publik 2024

    Persiapan Uji Publik PPID Tahap Kedua, Diskominfo Cilacap Gelar Monev Keterbukaan Informasi Publik 2024

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024 | 18:35 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap menggelar sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024, di ruang rapat kantor setempat, Senin (9/9/2024). Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap Supriyanto mengatakan, monev ini digelar untuk mempersiapkan visitasi persiapan uji publik PPID tahap kedua, sekaligus memastikan keterbukaan informasi tetap terjaga. “Selain itu juga untuk […]

  • Jalur Pekalongan-Banjarnegara Terhambat Akibat Pohon Tumbang, Polisi Gercep Evakuasi Usai Terima Laporan 110

    Jalur Pekalongan-Banjarnegara Terhambat Akibat Pohon Tumbang, Polisi Gercep Evakuasi Usai Terima Laporan 110

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026 | 11:37 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Akses jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara sempat terhambat pada Minggu (4/1/2026). Hal ini disebabkan oleh sebuah pohon besar yang tumbang dan melintang tepat di tengah jalan. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran. Beruntung, koordinasi cepat antara masyarakat melalui Call Center (CC) 110 Mabes […]

  • 400 Bonsai Terbaik Dipamerkan, Segini Harga Bonsai yang Menang Kontes

    400 Bonsai Terbaik Dipamerkan, Segini Harga Bonsai yang Menang Kontes

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024 | 22:16 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Bandar Bonsai (Babon) menginisiasi menggelar pameran dan kontes bonsai untuk mengenalkan pesona lokal dari lereng gunung kamulyan, di Lapangan Gelora Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Acara yang dimulai dari tanggal 5 – 11 September 2024 terdapat ada 400 bonsai terbaik yang dipamerkan dari berbagai daerah. Seperti Pekalongan, Banjarnegara, Kendal, Tegal, dan […]

  • Perubahan Propemperda 2026 Disetujui, Pemkab Pemalang Tekankan Landasan Hukum Berbasis Kebutuhan Rakyat

    Perubahan Propemperda 2026 Disetujui, Pemkab Pemalang Tekankan Landasan Hukum Berbasis Kebutuhan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026 | 15:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) merupakan instrumen strategis yang vital bagi jalannya pemerintahan. Hal ini dikarenakan Propemperda menjadi fondasi hukum utama dalam mengawal pembangunan daerah serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang, Jumat (27/3/2026), Wakil Bupati Nurkholes yang mewakili Bupati menyampaikan bahwa […]

  • Masih Potensi Hujan, Sekda: Jika Darurat Hubungi Kanal Pengaduan

    Masih Potensi Hujan, Sekda: Jika Darurat Hubungi Kanal Pengaduan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026 | 23:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat, setidaknya terjadi 45 kejadian bencana pada 1-25 Januari 2026. Oleh karennaya, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih terjadi hingga 9 Februari 2026 mendatang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem. Kejadian tersebut tersebar […]

expand_less