Minggu, 2 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Lahan Kritis Jateng Berkurang 75 ribu Hektar, Sekda Minta Pemulihan dengan Perhutanan Sosial

Lahan Kritis Jateng Berkurang 75 ribu Hektar, Sekda Minta Pemulihan dengan Perhutanan Sosial

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025 | 17:30 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan jumlah lahan kritis di provinsi Jawa Tengah berkurang pada tiga tahun terakhir hingga mencapai 75 ribu hektar.

Lahan kritis tahun 2022 dan 2024, 392 ribu hektare. Lalu berkurang sampai saat ini menjadi 317.629 hektare.

“Jadi sudah ada penurunan yang cukup signifikan terkait dengan luasan lahan kritis yang ada di Jawa Tengah,” katanya dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 15 Desember 2025.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, pemulihan lahan kritis khususnya melalui konsep program perhutanan sosial. Yaitu perlu pendampingan penuh kepada masyarakat sebagai pemegang hak kelola.

Itu untuk memunculkan keseimbangan antara dampak sosial ekonomi yang muncul dengan menjaga hutan sesuai dengan fungsinya. Di mana hutan tetap menjadi penjaga ekosistem alam, hingga penumpu resapan air dari kawasan hulu.

“Yang perlu menjadi catatan, konsep perhutanan sosial ini tidak mengabaikan fungsi kawasan hutan. Kawasannya (perhutanan sosial) dengan pelestarian kawasan hutan, agar tidak mendegradasi dari fungsi hutan maupun luasan hutan,” katanya, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Lanjut Sumarno, konsep perhutanan sosial diharapkan mempunyai dampak terhadap peningkatan pelestarian dan pemulihan kawasan hutan. Selain itu searah pada dampak sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Dia mendorong pendampingan penuh dengan skema perhitungan yang tepat. Di antaranya 50% pemanfaatan perhutanan sosial dengan tanaman keras, 30% tanaman keras buah-buahan, dan 20% tanaman semusim.

“Dengan konsep ini kalau dipatuhi, dan ditegakkan tentu saja fungsi hutan ini akan menjadi lebih pulih dan punya dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar. Mudah-mudahan dengan konsep ini pelestarian hutan di Jawa Tengah akan terjaga dengan baik, karena hutan ee fungsinya luar biasa,” ucapnya.

Sebagai informasi, di Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah terdapat 145 kelompok pemegang Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial, dengan total luasan 109.879 hektare.

Semuanya, terdiri dari 60 SK Hutan Kemasyarakatan, 117 SK Hutan Desa, 1 SK Hutan Adat (Kabupaten Brebes), 12 SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS), 51 SK Hutan Kemitraan (Kulin KK), dan 4 SK permintaan konservasi.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan 2025 Part#2

    Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan 2025 Part#2

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025 | 16:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

     

  • Wagub Taj Yasin: Jelang Akhir 2025, Infrastruktur di Jawa Tengah Rampung 99 Persen

    Wagub Taj Yasin: Jelang Akhir 2025, Infrastruktur di Jawa Tengah Rampung 99 Persen

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025 | 14:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan, hingga akhir tahun 2025 ini, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, sudah menyelesaikan 99 persen pekerjaan infrastruktur di Jateng. Hanya ada satu pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Grobogan, yang saat ini sedang berproses. Hal itu dikatakan Gus […]

  • Purbalingga Salah Satu Wilayah yang akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

    Purbalingga Salah Satu Wilayah yang akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024 | 09:29 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Purbalingga salah satu wilayah di Jawa Tengah yang akan dipasangi alat sensor pemantauan gempa bumi (seismograf), alat tersebut menjadi salah satu upaya mitigasi risiko gempa bumi, Kamis (19/9/2024). Kepala BPBD Purbalingga Prayitno mengungkapkan, pemasangan alat seismograf dilatarbelakangi adanya kejadian gempa bumi dan tsunami secara beruntun di beberapa wilayah di Indonesia yang menyebabkan […]

  • Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Maxim Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Murid SLB C Pelita Ilmu Semarang

    Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Maxim Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Murid SLB C Pelita Ilmu Semarang

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024 | 05:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Semarang, Jurnal Pemalang – Di Hari Anak Nasional 2024 ini, Tim spesialis Maxim Indonesia bersama lebih dari sepuluh mitra driver mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) C Pelita Ilmu Semarang, untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara serta bermain bersama sekitar 40 murid berkebutuhan khusus. Dalam kegiatan tersebut, Maxim menyerahkan paket hadiah berupa alat tulis, permainan papan, paket […]

  • Gandeng Baznas RI, Pemkab Pemalang Tingkatkan Sisi Ekonomi Mustahik

    Gandeng Baznas RI, Pemkab Pemalang Tingkatkan Sisi Ekonomi Mustahik

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025 | 08:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes meresmikan Balai Ternak “Lestari Makmur” binaan BAZNAS di Dusun Gombong Desa Warungpring, Sabtu (06/12/2025). Pimpinan Baznas RI Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan dan Hukum, Nur Chamdani menjelaskan, kegiatan launching Balai Ternak Lestari Makmur ini adalah titik ke-55 dari 63 yang sudah diadakan oleh Baznas di Jawa Tengah. […]

  • Jaga Kesehatan Reproduksi Perempuan, Ning Nawal Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

    Jaga Kesehatan Reproduksi Perempuan, Ning Nawal Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025 | 21:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menggencarkan edukasi serta layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Hal itu sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Salah satunya, melalui kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Melalui IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat), Sadanis (Pemeriksaan Payudara […]

expand_less