752 Calhaj dari Pemalang Laksanakan Manasik Haji, Usia Tertua 84 Tahun dan Termuda 17 Tahun
- account_circle Fahroji
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Sebanyak 752 Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Pemalang, hari ini Rabu, (11/2/2026) mengikuti kegiatan manasik haji reguler tahun 1447 H / 2026.
Mereka terdiri dari 334 laki -laki dan 418 perempuan satu orang diantaranya berusia 84 tahun 8 bulan atas nama Warsuni asal Tegalsari Timur Kecamatan Ampelgeding, sedangkan termuda atas nama Izzat Karimi Ramadhan asal kecamatan Taman berusia 17 tahun, 4 bulan.
Adapun secara rinci sebagai berikut, Kecamatan Ampelgeding 45 orang, Kecamatan Bantarbolang 21 orang, Kecamatan Belik 51 orang, Kecamatan Bodeh, 31 orang, Kecamatan Comal 66 orang, Kecamatan Moga 30 orang, Kecamatan Pemalang 99 orang, Kecamatan Petarukan sebanyak 77 orang, Kecamatan Pulosari 23 orang, Kecamatan Radudongkal 68 orang, Kecamatan Taman 100 orang, Kecamatan Ulujami 80 orang, Kecamatan Watukumpul 44 orang, Kecamatan Warungpring 17 orang.
Wakil Bupati Pemalang Nurkholes saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa manasik haji pada hari ini adalah merupakan awal yang baik, pihaknya mengaku bangga sekali bisa bersama dengan peserta manasik semuanya.
“Tadi disampaikan bapak Kankemenag adanya Kementerian Haji dan Umrah ini karena pemerintah ingin lebih fokus mengatur bagaimana Jemaah Haji dan Umrah di Indonesia karena Jemaah Haji di Indonesia itu termasuk yang terbesar di dunia dan Umrah pun terbesar di dunia”, ujarnya, di gedung Serbaguna Pemalang.
Jadi pemerintah Indonesia itu, lanjut Nurkholes memberikan devisa kepada pemerintah Arab yang luar biasa, sehingga kuota untuk Indonesia selalu ditambah hal ini merupakan bentuk penghargaan kepada rakyat Indonesia.
Selain itu juga kesehatan sudah berarti yang paling penting, kedisiplinan, kemudian kebersamaan, kedisiplinan ini di dalam menjalankan haji memang sangat dibutuhkan sekali.
“Kalau biasanya kita tidak pernah tertib ini nanti diajarkan bagaimana berdisiplin”, ujarnya.
- Penulis: Fahroji



