Gandeng 105 Investor, Ahmad Luthfi Pacu Ekonomi Jateng dan Perluas Lapangan Kerja
- account_circle Fahroji
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 | 16:43 WIB
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengonsolidasikan 105 investor dan pelaku usaha untuk mempercepat masuknya investasi berkualitas ke Jawa Tengah. Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal, langkah tersebut menjadi strategi Pemprov Jateng menjaga daya saing daerah sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.
Dalam Business Dinner bersama investor penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, serta pemangku kepentingan ekonomi di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam, Ahmad Luthfi menegaskan Jawa Tengah tetap menjadi destinasi investasi yang kompetitif.
“Jawa Tengah harus menjadi kawasan untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” kata Luthfi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, jaminan keamanan, dukungan infrastruktur, serta penyediaan tenaga kerja yang siap memasuki dunia industri.
Penyediaan SDM tersebut dilakukan melalui penguatan balai latihan kerja, pendidikan vokasi, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi agar kebutuhan dunia usaha dapat terpenuhi.
Upaya itu mulai menunjukkan hasil. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun atau 23,23 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp 99,09 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas investasi PMA sebesar Rp 12,98 triliun dan PMDN Rp 10,04 triliun, yang tersebar dalam 24.957 proyek dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja.
Kinerja tersebut melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 110,64 triliun dengan penyerapan 418.138 tenaga kerja.
- Penulis: Fahroji

