Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026
- account_circle Fahroji
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN – Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id,” jelasnya.
Prof Syakir menambahkan, beasiswa santri ini sangat menarik, karena membuka peluang bidang pendidikan yang luas. Antara lain kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.
Adapun negara yang menjadi tempat menempuh ilmu, antara lain, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filiphina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP.
“Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat bantuan UKT, biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk visa, tiket PP ke negara tujuan, serta asuransi per bulan,” katanya.
Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Wahid Abdulrahman menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren ini merupakan pelaksanaan satu dari sebelas Program Prioritas Gubernur Jawa Tengah Akhmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025 – 2029, yakni, mewujudkan “pendidikan yang berkualitas untuk siswa miskin, guru, santri, penghafall Quran, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi”.
“Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM Santri di Jawa Tengah,” tandas Wahid.
Wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini realisasi dari program Pesantren Obah, salah satu dari 11 program prioritas dirinya bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Sejak awal memang ditargetkan realisasi awal tahun 2026.
- Penulis: Fahroji



