Minggu, 1 Februari 2026
spot_img

Al-Qur’an Tak Hanya Dibaca dalam Ritual Ibadah, Tapi Berperan Sebagai Penyejuk Hati dan Penguat Kehidupan

JURNAL PEMALANGWakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan Al-Qur’an tidak hanya dibaca dalam ritual ibadah, tetapi juga berperan sebagai penyejuk hati dan penguat kehidupan sosial masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Haul KH. M. Sa’ied Bachruddin Khorol Jaza’ ke-27, Ny. Hj. Chimdati Elliya Bachiya ke-8, KH. Ahmad Mukhlis Chasani ke-3, serta Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Asma Chusna, Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, Sabtu 31 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menyampaikan Al-Qur’an sejak awal diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Yang penuh nilai-nilai kebaikan dan peringatan yang mampu membentuk akhlak serta menumbuhkan ketenangan batin.

Ia mengisahkan, peristiwa masuk Islamnya Sayyidina Umar bin Khattab yang semula menentang Nabi Muhammad SAW. Namun berubah setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Menurut Yasin, Umar mengakui bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan manusia, sehingga hatinya luluh dan menerima Islam.

Al-Qur’an itu ketika dibaca atau didengarkan, meskipun belum memahami seluruh maknanya, bisa mengubah hati,” ujar Yasin.

Ia menambahkan, menjauh dari Al-Qur’an berpotensi membuat hati menjadi keras. Sementara kedekatan dengannya akan menumbuhkan ketenangan dan kepekaan sosial. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk terus membaca dan mendengarkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Yasin juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an.

Sebanyak 16 penerima bisyaroh mendapatkan apresiasi. Secara simbolis diserahkan kepada Nadhief Attaftazani, Alya Naqowati Bahrya, Aliyatul Fudhla, Kamilatuz Zulfa, dan Iffi Chubaibata, yang merupakan tahfidz Al-Qur’an 30 juz.

ARTIKEL TERKAIT

- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA TERBARU