Batik Bebas SMP Muhapuja: Jalan Sunyi Dakwah Kultural di Dunia Pendidikan
- account_circle Fahroji
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

Seragam Batik SMP Muhammadiyah Purwojati, Banyumas, Jateng.(Foto: Tarqum A)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pendidikan bagi Muhammadiyah bukan sekadar proses pengajaran, melainkan jalan pencerahan. Spirit itulah yang terus dihidupkan secara konsisten di SMP Muhammadiyah Purwojati melalui kebijakan pemakaian batik bebas dan sepatu bebas setiap hari Rabu bagi seluruh peserta didik. Sebuah kebijakan sederhana, namun sarat makna ideologis dan kultural.
Kebijakan tersebut bukan sekadar variasi seragam, tetapi ikhtiar dakwah kultural yang berakar kuat pada gagasan KH. Ahmad Dahlan tentang pendidikan yang membebaskan dan memuliakan manusia.
Sekolah tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan membangun kesadaran, kepekaan sosial, serta menumbuhkan kecintaan pada nilai-nilai kebajikan yang hidup di tengah masyarakat.
Sejak awal, pendidikan Muhammadiyah tidak diarahkan untuk mencetak kepatuhan administratif belaka. KH. Ahmad Dahlan merintis sekolah sebagai ruang pembebasan dari kebodohan dan ketakutan untuk berpikir, sekaligus menjembatani iman dengan realitas kehidupan. Karena itu, setiap kebijakan sekolah sejatinya adalah pernyataan ideologis, bukan semata keputusan teknis.
Di SMP Muhammadiyah Purwojati, kebijakan batik bebas menjadi simbol dakwah kultural. Islam Berkemajuan tidak menafikan budaya, melainkan menyaring, memuliakan, dan mengarahkannya. Agama harus hadir dalam kehidupan nyata, menyapa keseharian, dan memberi makna pada realitas sosial, dan menguatkan identitas kebangsaan.
Kepala SMP Muhammadiyah Purwojati, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.
“Batik bebas kami maknai sebagai upaya menumbuhkan kesadaran bahwa Islam tidak bertentangan dengan budaya, sekaligus membangun karakter dan kepercayaan diri peserta didik,” ujar Sekretaris PCM Baturraden tersebut.
- Penulis: Fahroji



