Bupati Anom Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Sinergi Data untuk Pembangunan Pemalang
- account_circle Fahroji
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kami juga mendorong adanya kolaborasi dan sinergi antara BPS, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk melalui sistem monitoring berbasis dashboard secara real time guna memastikan kualitas data,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Santoso selaku Ketua Penyelenggara menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, atau selama kurang lebih dua setengah bulan.
Menurutnya, sensus ini menjadi momentum penting untuk memperkuat basis data ekonomi nasional, melibatkan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah, serta memperoleh gambaran terkini kondisi usaha di Indonesia.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan sejak sensus terakhir tahun 2016, seperti pesatnya perkembangan teknologi, munculnya bisnis digital, serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang perlu dicatat secara komprehensif dalam sensus kali ini.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita ingin menangkap seluruh dinamika tersebut secara lebih akurat sebagai dasar kebijakan pembangunan ke depan,” jelasnya.
Teguh menambahkan, jumlah usaha di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 9 juta usaha pada tahun 1986 menjadi sekitar 26 juta usaha pada tahun 2016. Oleh karena itu, sensus ini diharapkan mampu memotret kondisi terkini pertumbuhan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak kurang lebih 1.250 petugas telah disiapkan dan dibekali pelatihan, dengan komposisi didominasi lulusan S1/D4 serta melibatkan akademisi, dosen, dan mahasiswa. Para petugas akan bekerja dalam tim yang terdiri dari satu pengawas untuk tujuh petugas, dengan total sekitar 143 tim.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas serta kolaborasi seluruh pihak, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi sensus terbaik yang mampu menghasilkan data akurat sebagai landasan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
- Penulis: Fahroji

