Dandim Pemalang Bersama Forkopimda Monitoring Pencarian Orang Hilang di Jalur Pendakian Gunung Slamet
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Komandan Kodim 0711 Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pemalang melaksanakan monitoring langsung terhadap upaya pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya, Dukuh Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (1/1/2026).
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Pemalang Nurcholis, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, Kajari Pemalang Rina Idawani, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie, Wakapolres Pemalang Kompol Edy Purnama Lillah, para pejabat utama Polres Pemalang, unsur OPD Kabupaten Pemalang, Ketua PMI Kabupaten Pemalang Fatah, Forkopimcam Pulosari, Kepala Desa Clekatakan Sutrisno, perwakilan Basarnas Kabupaten Pemalang Handika, serta para relawan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan Forkopimda Kabupaten Pemalang di Basecamp Dipajaya, selanjutnya rombongan melakukan peninjauan basecamp dan posko pencarian hingga untuk melihat langsung kesiapan serta perkembangan proses pencarian.
Pada kesempatan itu Forkopimda juga menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada para relawan, warga, pengelola Basecamp Dipajaya, serta Kepala Desa Clekatakan.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Ranchi Farm, Desa Mereng, Kecamatan Warungpring.
Adapun data korban pendakian Gunung Slamet yakni atas nama Himawan Choidar Bahan, warga Rejosari Jambe Wangi, Magelang, yang telah ditemukan dalam kondisi selamat, serta Syafiq Ridhan Ali Razan, warga Perum Depkes Blok D2/16 RT 05 RW 03 Desa Kramat, Kecamatan Magelang, yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.
Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 23.00 WIB, dua orang pendaki tersebut melakukan registrasi pendakian tektok (pendakian cepat) di Basecamp Dipajaya dengan perkiraan turun pada Minggu sore.
Namun hingga pukul 21.00 WIB, keduanya belum kembali. Pengelola basecamp kemudian mengirim dua orang porter untuk melakukan pengecekan, namun belum membuahkan hasil.
Pada Senin, 29 Desember 2025 sekitar pukul 18.00 WIB, Tim SAR berjumlah tujuh orang diterjunkan untuk melakukan pencarian.
- Penulis: Fahroji
