Kamis, 15 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Institut Harkat Negeri bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Mengelola Transisi Energi: Mengapa Indonesia Selalu Tertinggal?” di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Trinity Tower Lt. 45, Rabu (18/6). Diskusi hybrid ini dipandu oleh Sudirman Said, mantan Menteri ESDM sekaligus Ketua Institut Harkat Negeri.

Dalam diskusi, Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, menyoroti lambannya pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Ia menilai narasi lingkungan yang dominan kurang efektif karena kesadaran masyarakat yang masih rendah. “Jika narasinya diubah menjadi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa, hasilnya akan lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lemahnya posisi EBT dalam dokumen strategis negara seperti RPJMN dan RPJPN, serta menilai target-target seperti COP21 dan JETP terlalu ambisius tanpa peta jalan yang realistis.

Sementara itu, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE, menegaskan pentingnya transisi energi untuk mencapai ketahanan nasional dan pertumbuhan ekonomi. “Untuk pertama kalinya, RUPTL dan RUKN memasukkan hidrogen dan amoniak dalam bauran energi nasional,” ujarnya.

Namun ia mengakui tantangan besar, terutama dalam konsumsi listrik per kapita yang masih rendah dan ketimpangan pasokan listrik di beberapa wilayah, seperti Sulawesi dan Jawa yang kini berada di status “lampu kuning”.

Bhima Yudhistira, Direktur CELIOS, menekankan pentingnya pendekatan energi yang lebih adil dan partisipatif. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak daerah mengalami kemiskinan energi meski rasio elektrifikasi tinggi. “Energi seharusnya dipandang sebagai hak dasar, bukan sekadar produk teknis yang dikuasai oleh segelintir akademisi atau konsultan mahal” tegasnya.

Ia juga mengkritik monopoli PLN dan ketidakkonsistenan kebijakan energi nasional, termasuk ironi ekspor-impor batubara dan nikel yang tidak mendukung kemandirian energi.

Paul Patar Butarbutar, Direktur PT JJB Sustainergy, menyoroti tantangan dalam implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP). Ia menyebut target dekarbonisasi akan sulit dicapai tanpa pendanaan memadai dan kepastian kebijakan. “Kita hanya bisa bergerak sesuai dengan dana yang tersedia, yaitu sekitar 2,56 miliar dolar AS. Jumlah ini sangat terbatas jika melihat biaya pembangunan PLTU dan pembangkit EBT, termasuk jaringan transmisinya” jelasnya.

Paul mendorong insentif fiskal yang setara untuk EBT dan menekankan pentingnya regulasi karbon serta kejelasan PPA yang bankable.

Diskusi ini menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma transisi energi—dari narasi lingkungan menjadi agenda ekonomi nasional yang melibatkan masyarakat secara aktif, inklusif, dan berkelanjutan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Pemalang Boyong 4 Mendali Emas di POPDA Provinsi Jateng

    Kontingen Pemalang Boyong 4 Mendali Emas di POPDA Provinsi Jateng

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kontingen Kabupaten Pemalang berhasil meraih 4 medali emas, 3 perak dan 7 perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, Kontingen Kabupaten Pemalang juga naik 10 tingkat diposisi ke 20. Artinya ini libih baik dibanding gelaran POPDA tahun 2023. “Pada Tahun 2024, prestasi […]

  • Pemkab Pemalang akan Beri Seragam Gratis untuk Siswa Baru, Berikut Kriterianya

    Pemkab Pemalang akan Beri Seragam Gratis untuk Siswa Baru, Berikut Kriterianya

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang akan memberikan seragam sekolah gratis kepada siswa baru bagi keluarga tidak mampu, Jumat (23/5/2025). Kepala Dinas Pendidikan, Ismun Hadiyo melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Sokhaeron mengatakan, program seragram gratis ini salah satu program unggulan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes. Seragam geratis akan diberikan kepada siswa dari […]

  • Angka Stunting Pemalang Menurun, Bupati : Kita Terendah Nomor 2 di Jateng

    Angka Stunting Pemalang Menurun, Bupati : Kita Terendah Nomor 2 di Jateng

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menurunkan angka stunting mendapat peringkat terendah kedua dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat membuka acara Diseminasi Audit Kasus Stunting ke-1 di Kabupaten Pemalang Tahun 2024 yang digelar di Sasana Bhakti Praja, Senin (27/5/2024). “Atas nama Pemkab Pemalang kami ucapkan terimakasih yang […]

  • Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno berpesan kepada para mahasiswa baru, agar fokus belajar, dan tidak terburu-buru untuk menikah (Jo Kawin Bocah) sebelum selesai kuliah. Hal itu mengingat, cita-cita meraih generasi emas 2045 harus dibangun dengan SDM yang unggul melalui pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan daya saing. “Sejalan dengan program Pemprov Jateng […]

  • Paramadina–Kemendagri–KAS Gelar Diskusi Strategis tentang Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila

    Paramadina–Kemendagri–KAS Gelar Diskusi Strategis tentang Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Konrad Adenauer Stiftung menyelenggarakan diskusi panel bertajuk “The Principles of Pancasila Market Economy” bertempat di JW Marriott Hotel Jakarta pada Kamis (20/11/2025). Prof. Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, dalam sambutannya menekankan bahwa implementasi prinsip ekonomi Pancasila menjadi hal yang krusial untuk menjawab […]

  • Dulu Retak Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

    Dulu Retak Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panas belum sepenuhnya terik ketika kendaraan kembali melaju di ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Banyumas. Jalan yang dulu kerap dikeluhankan warga lantaran retak, bergelombang, bahkan berlubang, kini terasa lebih bersahabat. Aspal hitam mengilap, marka jalan jelas terbaca. Di titik-titik yang biasa menjadi “ujian kesabaran”, roda kendaraan kini berputar lebih mulus. Sepuluh bulan sejak Ahmad […]

expand_less