Hj. Nawal Arafah Yasin Dorong Perempuan dan Posyandu Jadi Garda Lawan Kesehatan Mental
- account_circle Fahroji
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- print Cetak

Hj. Nawal Arafah Yasin.(Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi perempuan, dengan mendorong posyandu menjadi garda layanan kesehatan mental.
Hal itu disampaikan Nawal menjalankan tugas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), pada puncak peringatan hari lahir ke-64 BKOW Jateng, di Wisma Perdamaian, Minggu (3/5/2026). Ajang tersebut mengambil tema “Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga, untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga.”
Menurutnya, kini banyak perempuan menjadi kepala rumah tangga tunggal, yamg tidak hanya menanggung beban ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab atas pengasuhan anak-anak. Karena itu, ke depan BKOW juga akan melibatkan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama membuat kebijakan.
“Kami memiliki program Destara atau Desa Sejahtera dan Sekolah Perempuan Kartini. Insyaallah, pada September kami juga akan menggelar rembuk perempuan pesisir. Kita duduk bersama untuk mengases kebutuhan, kemudian membicarakan solusi bersama para pemangku kebijakan,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Nawal juga menyoroti kasus bunuh diri dan perceraian di Jateng. Hal tersebut, menurutnya, menjadi trigger bagi BKOW untuk mendorong posyandu, menjadi garda terdepan layanan kesehatan mental.
Caranya melalui Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa/kelurahan, yang menyediakan layanan konseling kejiwaan. Dengan demikian, layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat tekanan mental dan angka bunuh diri.
“Kami memiliki 49.149 posyandu. Sementara di tingkat pusat, Posyandu 6 SPM belum memasukkan layanan kesehatan mental. Namun, di Jawa Tengah, tepatnya di Surakarta, sudah dibuka ruang konseling kesehatan mental, yang bekerja sama dengan rumah sakit setempat,” ujar Nawal, yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng.
Dijelaskan, saat ini melalui Posyandu 6 SPM terdapat layanan Trantibum Linmas yang fokus pada masalah sosial. Ke depan, dia berharap kesehatan mental turut menjadi bagian dari posyandu.
- Penulis: Fahroji


