“Tujuannya supaya lebih banyak lagi kita bisa produksi dokter-dokter spesialis khususnya yang nanti akan ditempatkan ke rumah sakit yang belum punya untuk spesialis,” katanya kepada wartawan usai acara.
Kemenkes, lanjutnya, akan menargetkan kekurangan dokter spesialis tersebut pada kurun waktu 5 – 10 tahun mendatang. Namun demikian, Menkes menargetkan untuk lebih cepat dari waktu tersebut.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen memberikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat dengan provinsi dan kabupaten/kota dalam program kesehatan.
Rakon yang diikuti oleh dinas kesehatan kabupaten dan kota di Jawa Tengah ini, kata Sumarno, memiliki peran strategis. Tujuannya, untuk menyatukan langkah agar program berjalan efektif dan akseleratif.
Selama tahun 2025, program kesehatan di Jawa Tengah berjalan efektif, antara lain Spelling, dan Cek Kesehatan Gratis.
“Mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi kita semua agar tahun 2026 program kesehatan di Jawa Tengah akan lebih baik lagi,” katanya.*


