Senin, 8 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Djarum Foundation telah berhasil membantu sekitar 350 Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi masyarakat miskin selama tahun 2025. Tahun depan akan bertambah menjadi 500 unit se-Jawa Tengah.

Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan, program RSLH sudah dimulai sejak 2022. Selama tiga tahun ini komitmen untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni terus dilakukan.

“Ini program RSLH pertama kami di Kabupaten Temanggung. Sudah selayaknya kami ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak. Ini baru awalan saja,” kata Budiharto usai acara peresmian dan penyerahan secara simbolis RSLH Tajun 2025 di Gedung Sasana Gita, Parakan, Kabupaten Temanggung, Rabu, 30 Juli 2025.

Bahkan setiap tahun ada peningkatan, dimulai 2022 sekitar 10 unit RSLH dan pada 2023 sekitar 25 unit. Tahun berikutnya, 2024, meningkat drastis menjadi 200 unit dan 2025 sebanyak 350an unit. Bantuan pada 2025 tersebar di Kudus 300 unit, Temanggung 15 unit, Banjarnegara 15 unit, serta masing-masing 10 unit di Demak dan Purbalingga. Pada 2026 mendatang akan dialokasikan 500 bantuan RSLH.

“Kita sudah buat program paling tidak sampai tahun 2029. Tahun depan (2026) alokasi untuk Temanggung 25 rumah, secara keseluruhan tahun depan kita akan bangun 500 rumah se-Jawa Tengah. Memang prioritas utama di Kudus 400 unit, 100 unit nanti disebarkan di Jawa Tengah koordinasi dengan Disperakim kira-kira daerah mana yang perlu dibantu, terutama untuk daerah-daerah miskin ekstrem,” jelas Budiharto.

Salah seorang penerima manfaat, Dwi Winarni, sangat senang karena menjadi salah satu penerima bantuan RSLH. Ia menceritakan, kondisi rumah yang saat ini jauh lebih baik dibandingkan dulu sebelum diperbaiki. Selama ini ia kesulitan untuk merenovasi rumah karena gajinya sebagai buruh tidak cukup.

“Senang, terima kasih sudah dibantu. Tadinya rumahnya jelek, sekarang sudah baik. Sudah ada keramiknya, WC, dan kamar. Dulu nggak ada. Bersyukur sekali, saya buruh gajinya Rp 500 ribu, makan saja kekurangan apalagi buat beli-beli buat kebutuhan sehari-hari saja kurang,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Djarum Foundation dalam rangka meringankan beban masyarakat terkait perumahan. Setidaknya ada 1 juta lebih rumah tidak layak huni di Jawa Tengah yang perlu diintervensi. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mereduksi kemiskinan secara bersama-sama.

“Perlu saya sampaikan, memang dalam rangka mereduksi miskin ekstrem yang kualifikasi P1 dan P2, ini perlu kerja kolaborasi. Tidak hanya kepada CSR perusahaan, organisasi massa, potensi masyarakat lain, termasuk juga dari Pemprov sudah menganggarkan,” kata Ahmad Luthfi.

Alokasi renovasi RTLH di Jawa Tengah pada 2025 sekitar 17.000 unit, tersebar di 35 kabupaten/kota. Khusus Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi sebanyak 584 unit RTLH. Selain RTLH, Luthfi juga mendorong kerja tim secara komprehensif dalam menekan angka kemiskinan.

“Tidak hanya RTLH, kita tempelkan juga bansosnya, kesehatan, pendidikan, kebutuhan pokok sehingga secara tidak langsung sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan akan nempel pada mereka yang miskin ekstrem. Tiap triwulan kita lakukan evaluasi agar di seluruh kabupaten/kota ini memiliki sense of crisis terhadap miskin ekstrem yang nantinya kita dapat perangi,” jelasnya.

Saat ini kondisi kemiskinan di Jawa Tengah berdasarkan data BPS yang dirilis bulan Juli 2025 ini sekitar 9,48%. Turun 0,10% dari data September 2024 yakni 9,58%. Angka 0,10% tersebut menurut Luthfi sama dengan hampir 2 juta penduduk miskin.

“Intinya kalau kita gelorakan terus-menerus dengan terprogram dan terencana, berlanjut, berjenjang, dan berkelanjutan kita mampu untuk mereduksi untuk wilayah miskin,” tegasnya. (*)

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI Percepat Pemulihan Pascabencana, Jembatan Bailey Matang Bangka Rampung 100%

    TNI Percepat Pemulihan Pascabencana, Jembatan Bailey Matang Bangka Rampung 100%

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – TNI melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Kodam Iskandar Muda terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh melalui pembangunan jembatan darurat jenis Bailey guna memulihkan konektivitas wilayah serta mendukung kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, Kabupaten Bireuen, Minggu (21/12/2025). Di wilayah tersebut, Satgas berhasil merampungkan pembangunan […]

  • Jembatan Randukuning Doro Ambrol Diterjang Hujan Deras, Polisi Tutup Total Jalur dan Alihkan Arus

    Jembatan Randukuning Doro Ambrol Diterjang Hujan Deras, Polisi Tutup Total Jalur dan Alihkan Arus

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Cuaca ekstrem kembali memicu kerusakan infrastruktur di wilayah Kabupaten Pekalongan. Jembatan penghubung vital di Dusun Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro, dilaporkan ambrol pada Kamis (15/1/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ambrolnya jembatan tersebut terjadi saat wilayah Doro dan sekitarnya diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup lama. Debit air sungai yang meningkat […]

  • Kabar Gembira Buat Petani! Klaim Asuransi Petani Jateng Sebentar Lagi Cair

    Kabar Gembira Buat Petani! Klaim Asuransi Petani Jateng Sebentar Lagi Cair

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Di tengah ancaman gagal panen akibat banjir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat melindungi petani. Pemprov sudah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang lahannya terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara. Saat ini, seluruh data klaim sudah berada di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk proses […]

  • Pemerintah Gerak Cepat Beri Bantuan ke Lokasi Banjir

    Pemerintah Gerak Cepat Beri Bantuan ke Lokasi Banjir

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Pemalang membuat sejumlah desa dan kelurahan di pantura Pemalang banjir. Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan gerak cepat mengirim bantuan logistik ke beberapa lokasi, antara lain ke Desa Kendalrejo Kecamatan Petarukan dan Pesantren Kecamatan Ulujami pada […]

  • Pemprov Jateng Tegaskan Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

    Pemprov Jateng Tegaskan Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya mendukung penuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan, swasembada pangan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan usai Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan […]

  • Pulang Latihan Hadroh di Rumah Teman, Pelajar di Pekalongan Tewas Terseret Arus

    Pulang Latihan Hadroh di Rumah Teman, Pelajar di Pekalongan Tewas Terseret Arus

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seorang pelajar berusia 12 tahun ditemukan tewas tenggelam di Sungai Lolong, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (12/09/2025) sore. Korban sebelumnya sempat berusaha diselamatkan oleh temannya, namun terbawa arus deras sungai. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Lolong, Sholehudin (50), yang menerima informasi dari warga sekitar pukul 15.00 wib. […]

expand_less