Selasa, 21 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

Kolaborasi Pemprov Jateng-Djarum Foundation Bantu 350 Rumah Layak Huni Masyarakat Miskin

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Djarum Foundation telah berhasil membantu sekitar 350 Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) bagi masyarakat miskin selama tahun 2025. Tahun depan akan bertambah menjadi 500 unit se-Jawa Tengah.

Deputy Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan, program RSLH sudah dimulai sejak 2022. Selama tiga tahun ini komitmen untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni terus dilakukan.

“Ini program RSLH pertama kami di Kabupaten Temanggung. Sudah selayaknya kami ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak. Ini baru awalan saja,” kata Budiharto usai acara peresmian dan penyerahan secara simbolis RSLH Tajun 2025 di Gedung Sasana Gita, Parakan, Kabupaten Temanggung, Rabu, 30 Juli 2025.

Bahkan setiap tahun ada peningkatan, dimulai 2022 sekitar 10 unit RSLH dan pada 2023 sekitar 25 unit. Tahun berikutnya, 2024, meningkat drastis menjadi 200 unit dan 2025 sebanyak 350an unit. Bantuan pada 2025 tersebar di Kudus 300 unit, Temanggung 15 unit, Banjarnegara 15 unit, serta masing-masing 10 unit di Demak dan Purbalingga. Pada 2026 mendatang akan dialokasikan 500 bantuan RSLH.

“Kita sudah buat program paling tidak sampai tahun 2029. Tahun depan (2026) alokasi untuk Temanggung 25 rumah, secara keseluruhan tahun depan kita akan bangun 500 rumah se-Jawa Tengah. Memang prioritas utama di Kudus 400 unit, 100 unit nanti disebarkan di Jawa Tengah koordinasi dengan Disperakim kira-kira daerah mana yang perlu dibantu, terutama untuk daerah-daerah miskin ekstrem,” jelas Budiharto.

Salah seorang penerima manfaat, Dwi Winarni, sangat senang karena menjadi salah satu penerima bantuan RSLH. Ia menceritakan, kondisi rumah yang saat ini jauh lebih baik dibandingkan dulu sebelum diperbaiki. Selama ini ia kesulitan untuk merenovasi rumah karena gajinya sebagai buruh tidak cukup.

“Senang, terima kasih sudah dibantu. Tadinya rumahnya jelek, sekarang sudah baik. Sudah ada keramiknya, WC, dan kamar. Dulu nggak ada. Bersyukur sekali, saya buruh gajinya Rp 500 ribu, makan saja kekurangan apalagi buat beli-beli buat kebutuhan sehari-hari saja kurang,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Djarum Foundation dalam rangka meringankan beban masyarakat terkait perumahan. Setidaknya ada 1 juta lebih rumah tidak layak huni di Jawa Tengah yang perlu diintervensi. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mereduksi kemiskinan secara bersama-sama.

“Perlu saya sampaikan, memang dalam rangka mereduksi miskin ekstrem yang kualifikasi P1 dan P2, ini perlu kerja kolaborasi. Tidak hanya kepada CSR perusahaan, organisasi massa, potensi masyarakat lain, termasuk juga dari Pemprov sudah menganggarkan,” kata Ahmad Luthfi.

Alokasi renovasi RTLH di Jawa Tengah pada 2025 sekitar 17.000 unit, tersebar di 35 kabupaten/kota. Khusus Kabupaten Temanggung mendapatkan alokasi sebanyak 584 unit RTLH. Selain RTLH, Luthfi juga mendorong kerja tim secara komprehensif dalam menekan angka kemiskinan.

“Tidak hanya RTLH, kita tempelkan juga bansosnya, kesehatan, pendidikan, kebutuhan pokok sehingga secara tidak langsung sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan akan nempel pada mereka yang miskin ekstrem. Tiap triwulan kita lakukan evaluasi agar di seluruh kabupaten/kota ini memiliki sense of crisis terhadap miskin ekstrem yang nantinya kita dapat perangi,” jelasnya.

Saat ini kondisi kemiskinan di Jawa Tengah berdasarkan data BPS yang dirilis bulan Juli 2025 ini sekitar 9,48%. Turun 0,10% dari data September 2024 yakni 9,58%. Angka 0,10% tersebut menurut Luthfi sama dengan hampir 2 juta penduduk miskin.

“Intinya kalau kita gelorakan terus-menerus dengan terprogram dan terencana, berlanjut, berjenjang, dan berkelanjutan kita mampu untuk mereduksi untuk wilayah miskin,” tegasnya. (*)

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Infasi di Pemalang, Pemkab Gelar Pasar Murah

    Tekan Infasi di Pemalang, Pemkab Gelar Pasar Murah

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang teus berupaya melakukan kegiatan pasar murah, guna mengendalikan inflasi di wilayah ini. Pasar murah  kali ini, dilaksanakan di Kecamatan Moga pada Selasa, 17 Maret 2025. Kegiatan ini mendapat respon hangat dari masyarkat, ini terlihat antusiasnya yang mendatangi even terbut. Melihat hal tersebut Anom Widiyantoro pun berharap kegiatan itu dapat […]

  • Hijaukan Moga, Ribuan Pohon Ditanam Serentak Peringati Hari Jadi ke-451 Pemalang

    Hijaukan Moga, Ribuan Pohon Ditanam Serentak Peringati Hari Jadi ke-451 Pemalang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tuko Chaeron
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Moga. Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang, Kecamatan Moga menggelar Gerakan Penanaman Pohon Serentak pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Sikucing Moga dan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Moga, unsur instansi pemerintahan, serta perwakilan […]

  • Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), memberikan layanan trauma healing atau pemulihan psikologis, bagi anak-anak yang terdampak banjir di Kota Pekalongan. Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi pengungsian Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2025). Di lokasi tersebut, ada 83 anak berusia 6 sampai 16 tahun, […]

  • Eratkan Sinergitas, Kapolres Pekalongan Hadiri Anniversary ke-8 Mabes Gojek Kajen

    Eratkan Sinergitas, Kapolres Pekalongan Hadiri Anniversary ke-8 Mabes Gojek Kajen

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kekeluargaan dan sinergitas yang erat terpancar dalam perayaan Hari Jadi ke-8 Mabes Gojek Kajen, Minggu (8/2/2026). Bertempat di Oemah Dapur Daffa (ODD), Gang Kawedanan, Kelurahan Kajen, ratusan driver ojek online merayakan hari jadi mereka dengan kehadiran tamu istimewa, yakni Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf. Kehadiran orang nomor satu di Polres Pekalongan […]

  • Jawa Tengah Siap Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional

    Jawa Tengah Siap Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga tingkat nasional. Kesiapan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat pengukuhan Pengurus KONI Provinsi Jawa Tengah Masa Bakti 2025–2029 di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Desember 2025. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, yang hadir melantik pengurus […]

  • 400 Bonsai Terbaik Dipamerkan, Segini Harga Bonsai yang Menang Kontes

    400 Bonsai Terbaik Dipamerkan, Segini Harga Bonsai yang Menang Kontes

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Bandar Bonsai (Babon) menginisiasi menggelar pameran dan kontes bonsai untuk mengenalkan pesona lokal dari lereng gunung kamulyan, di Lapangan Gelora Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Acara yang dimulai dari tanggal 5 – 11 September 2024 terdapat ada 400 bonsai terbaik yang dipamerkan dari berbagai daerah. Seperti Pekalongan, Banjarnegara, Kendal, Tegal, dan […]

expand_less