Masih Potensi Hujan, Sekda: Jika Darurat Hubungi Kanal Pengaduan
- account_circle Fahroji
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Sumarno, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang Senin, 2 Februari 2026.(Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan, bahwa rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.
“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak,” tambahnya.
Pun demikian, Sumarno mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat. Yakni melalui kanal pengaduan cepat agar tim reaksi cepat dapat segera meluncur ke lokasi.
Beberapa kanal yang dapat dikontak adalah 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan Dinas Sosial Jateng (024) 8454962.
Sementara itu, berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani – Semarang, pada 02 Februari 2026 Pkl. 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Namun tetap tenang akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, dengan menjauhi bantaran sungai serta menghindari aktivitas di lereng rawan longsor.
Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang. Juga menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar,
baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.
“Pemerintah Daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi/pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat,” katanya.*
- Penulis: Fahroji




