Pemprov Jateng Teken 11 Kerja Sama Lintas Sektor dengan Pemprov Lampung Senilai Rp 832,3 Miliar per Tahun
- account_circle Fahroji
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, kunjungannya ke Lampung membawa mandat kepentingan lebih dari 37 juta penduduk Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Menurutnya, hubungan strategis antara Jawa Tengah dan Lampung memiliki keterkaitan kuat, baik secara struktural maupun ekonomi.
“Hari ini kita bangga diterima Gubernur Lampung dalam rangka memperkuat kerja sama antarprovinsi. Kerja sama ini melibatkan dinas terkait dan BUMD untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di masing-masing daerah,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut bukan bertujuan menunjukkan keunggulan salah satu provinsi, melainkan mendorong kemajuan dan berkembang bersama melalui konsep collaborative government. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut kesepakatan pertemuan antar Gubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025.
“Ini kita tindak lanjuti agar perkembangan ekonomi Lampung dan Jawa Tengah bisa tumbuh dan berkembang bersama. Semoga kerja sama ini terealisasi dengan baik, selaras dengan program Presiden terkait pemerataan pembangunan nasional, di mana para gubernur dan bupati diharapkan mampu mengefektifkan pertumbuhan ekonomi baru secara kolaboratif,” kata Ahmad Luthfi.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, antara lain Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kerja sama ini mencakup pembahasan yang luas, mulai dari kerja sama antarorganisasi perangkat daerah hingga asosiasi pengusaha. Nilai transaksi Rp 832,3 miliar menjadi fondasi awal kolaborasi jangka panjang.
“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang saling menunjang dan menguatkan antara Lampung dan Jawa Tengah. Karakteristik komoditas dan kebutuhan industri kedua provinsi sangat potensial untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Mirzani juga menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah kerap dijadikan tolok ukur dan percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan maupun dukungan infrastruktur kawasan industri.
- Penulis: Fahroji



