Jumat, 17 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Standarisasi Elektoral : Menimbang Model TPS dalam Pilkades Serentak

Standarisasi Elektoral : Menimbang Model TPS dalam Pilkades Serentak

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

*Oleh: Bambang Mugiarto (Pemerhati Masalah Sosial-Politik dan Tata Kelola Desa)

Wacana pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Pemalang dengan mengadopsi model tempat pemungutan suara (TPS) ala Pemilu, perlu dikji dan pertimbangkan secara matang dan komprehensif. Di atas kertas, gagasan ini terlihat lebih prosedural. Tertib, terstandar, dan modern. Tapi dalam praktik, model ini justru berpotensi menjauh dari realitas sosial, politik dan budaya mayarakat desa.

Desa bukanlah sekadar unit administratif pemerintahan semata. Desa juga merupakan entitas sosial yang memiliki kekhasan dalam relasi, nilai, dan tata kelola. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa secara tegas menempatkan desa sebagai subjek yang memiliki kewenangan berdasarkan asas rekognisi dan subsidiaritas. Artinya, pengaturan desa, including dalam hal Pilkades, harus berpijak pada konteks lokal, bukan semata-mata pada pendekatan prosedural.

Ketentuan teknis Pilkades dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa yang telah diperbarui melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2020, pada dasarnya memberikan sejumlah ruang adaptif bagi pemerintah daerah. Peraturan ini tidak secara rigid mengatur model TPS tertentu. Tapi secara tegas menekankan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Oleh karena itu, Pilkades secara konseptual bisa dilihat secara berbeda dengan Pemilu nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Mempersamakan keduanya dapat melhirkn daya sisih atas karakter demokrasi desa yang secara empiris lebih berbasis komunitas.

Selain itu, sistem Pilkades yang terlalu formal dan prosedural juga berpotensi mengiris kohesi sosial desa. Pilkades selama ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme elektoral, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memperkuat relasi keguyuban antar warga bersama kearifan lokalnya. Dalam kaitan ini, Robert D. Putnam mengingatkan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh modal sosial—kepercayaan, jaringan, dan norma yang hidup di masyarakat. Ketika interaksi sosial terfragmentasi akibat pembagian TPS berbasis wilayah, maka kohesi tersebut berisiko melemah.

Risiko lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya potensi konflik sosial. Data dan pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa sengketa Pilkades seringkali tidak berhenti pada proses pemungutan suara, tetapi berlanjut ke kehidupan sosial masyarakat. Fragmentasi TPS dapat mempertegas polarisasi antar kelompok, sehingga memperpanjang residu konflik dan gesekan sosial politik pasca pemilihan.

Dalam konteks ini, pemikiran Elinor Ostrom menjadi relevan, desain kelembagaan yang efektif harus berbasis pada konteks lokal dan partisipasi komunitas, bukan semata hasil rekayasa dari atas. Mengedepankan pendekatan prosedural justru berpotensi memangkas keguyuban sosial yang menjadi fondasi utama desa.

Sejalan dengan itu, ditengah keterbatasan anggaran daerah, desain Pilkades tentu harus mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan fiskal. Konsekuensi penggunaan model TPS ala Pemilu juga menmbah beban anggaran daerah lebih besar. Karena selain membutuhkan logistik berlapis, juga butuh petugas dalam jumlah banyak.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI Bagikan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat di Monas

    TNI Bagikan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat di Monas

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Suasana hangat menyelimuti Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). Di tengah semarak Pesta Rakyat HUT ke-80 TNI, ribuan warga tampak tersenyum bahagia saat menerima paket sembako dari TNI. Sebanyak 15.000 paket sembako disiapkan khusus bagi masyarakat sebagai wujud kepedulian dan hadiah kebersamaan di hari ulang tahun TNI. Pembagian paket dilakukan dalam […]

  • TNI Kerahkan Personel untuk Pulihkan Layanan Publik di Kantor Dukcapil Aceh Tamiang

    TNI Kerahkan Personel untuk Pulihkan Layanan Publik di Kantor Dukcapil Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – TNI mengerahkan sebanyak 30 personel TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 853/Bawar Reje Bur ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Aceh Tamiang untuk melaksanakan pembersihan lumpur pasca banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November lalu. Kegiatan berlangsung di Jalan Ir. H. Juanda, Karang Baru, Selasa […]

  • Perkuat Transparasi, Akuntabilitas dan Ketepatan dalam Penyaluran Bantuan Sosial, Pemprov Jateng Luncukan “Si Dia Baik”

    Perkuat Transparasi, Akuntabilitas dan Ketepatan dalam Penyaluran Bantuan Sosial, Pemprov Jateng Luncukan “Si Dia Baik”

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan aplikasi digital “Si Dia Baik”, sebuah sistem pengelolaan Badan Amal Kasih Kristiani (Bakkris) Provinsi Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Aplikasi tersebut diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Sumarno, pada […]

  • Genjot Pelayanan Gizi Anak Sekolah, Pemalang Resmikan Dapur SPPG ke 31

    Genjot Pelayanan Gizi Anak Sekolah, Pemalang Resmikan Dapur SPPG ke 31

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemberian makan bergizi kepada anak sekolah perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kemampuan belajar sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan kompetitif di masa depan. Guna mendorong upaya program pemerintah tersebut Pemkab Pemalang telah meningkatkan pelayanan pemberian gizi anak sekolah dengan mendirikan fasilitas dapur SPPG di wilayahnya. Peresmian ini […]

  • Lagi, Bupati Anom dampingi Pangdam IV/Diponegoro, Serahkan Bantuan dan Cek Infrastruktur di Desa Penakir

    Lagi, Bupati Anom dampingi Pangdam IV/Diponegoro, Serahkan Bantuan dan Cek Infrastruktur di Desa Penakir

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mendampingi kunjungan Pangdam IV Diponegoro Semarang, di Desa Penakir Kecamatan Pulosari, Senin (26/01/2026). Kunjungan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat tersebut dalam rangka tinjauan terdampak bencana tanah longsor di wilayah desa penakir, turut mendampingi Wabup Nurkholes, Dandim 07/11 Pemalang, Camat Pulosari, Kades Penakir dan OPD terkait. ​Panglima […]

  • Gandeng BRI, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Serahkan Ambulans Gratis Untuk Warga Pemalang 

    Gandeng BRI, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Serahkan Ambulans Gratis Untuk Warga Pemalang 

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Rizqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ambulans gratis diserahkan untuk warga Kabupaten Pemalang oleh anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier. Penyerahan dilakukan di kantor sekretariat Relawan Indonesia (Relindo), Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (19/4/2025). Ambulans tersebut merupakan kerjasama Rizal Bawazier dengan Bank BRI. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara […]

expand_less