Peringatan Harganas, Sekda: Jangan Serahkan Masa Depan Anak kepada Algoritma Digital
- account_circle Fahroji
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Sekda Jawa Tengah Sumarno.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sejarah dunia mencatat, fenomena bonus demografi ini hanya datang satu kali dalam sejarah sebuah bangsa. Peluang ini tidak akan terbuka selamanya. Namun memiliki batas waktu. Saat ini kita sedang berada di puncak fase sosial tersebut menuju impian tentang Indonesia emas tahun 2045.
Di sisi lain, imbuhnya, kita harus sadar dan waspada bonus demografi ini sebagai pisau bermata dua. Bisa menjadi berkah yang luar biasa sebab batu loncatan yang melesat Indonesia menjadi salah satu kota ekonomi utama dunia. Namun, ia juga bisa berubah menjadi bencana demografi yang mengerikan jika gagal mengelolanya.
“Oleh karenanya, kuncinya terletak pada tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter dan ketahanan mental,” imbuhnya.
Keluarga, lanjutnya, bukanlah sekedar unit kecil. Dalam masyarakat secara integratif, warga adalah hulu dari semua kebijakan publik. Hulu dari semua kesuksesan pembangunan nasional.
“Kita tidak akan pernah bisa mencetak menteri yang hebat, jenderal yang tangguh, pengusaha yang jujur, dokter yang terintegritas atau pekerja yang produktif, jika kita tidak membangun kualitas manusia itu dari lahir di keluarga. Mari kita jadikan keluarga hari keluarga nasional ini sebagai momentum kebangkitan komitmen kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya meluncurkan kebijakan yang pro keluarga. Memperkuat jaringan pengaman sosial dan memudahkan akses layanan dasar bagi keluarga. Namun, kunci pengasuhan ada di tangan orang tua dan keluarga.
“Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul dan bangsa pemenang,” pungkasnya.*
- Penulis: Fahroji

