Minggu, 21 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Lintas Daerah » Sekolah Kader PCPM Bumiayu, Brebes : Perkuat Ideologi dan Militansi Kader Pemuda Muhammadiyah

Sekolah Kader PCPM Bumiayu, Brebes : Perkuat Ideologi dan Militansi Kader Pemuda Muhammadiyah

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Kader Muhammadiyah harus seimbang antara aspek spiritual, intelektual, profesional, dan sosial,” ungkapnya, seolah menegaskan bahwa generasi berkemajuan lahir dari harmoni nilai dan keterampilan.

Sekolah kader menghadirkan dua narasumber, yakni M. Toip Subandi, S.Pd.I., C.EQ (Wakil Ketua PDM Brebes), dan Rohyadi Anwar, S.Pd.I. (Anggota LPCRPM PP Muhammadiyah).

M. Toip Subandi menilai penyelenggaraan Sekolah Kader PCPM Bumiayu sebagai terobosan penting dalam memperkuat sistem perkaderan formal Muhammadiyah, sebagaimana yang selama ini diwujudkan melalui Darul Arqom maupun Baitul Arqom.

Menurutnya, program ini bukan hanya bertujuan mencetak aktivis, melainkan membentuk cara berpikir dan sikap kader yang kritis, terbuka, serta berkomitmen penuh terhadap dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan gerakan tajdid yang berkeadaban.

Sementara itu, di hadapan para peserta, Rohyadi Anwar tampak penuh semangat ketika menekankan pentingnya sekolah kader sebagai strategi menyiapkan generasi Muhammadiyah berkemajuan.

Dengan suara tegas ia menyebut bahwa kader sejati bukan hanya sekadar aktif di organisasi, melainkan juga harus taat beribadah, haus ilmu, kritis dan mandiri, profesional dalam bekerja, sekaligus militan dan istiqamah dalam perjuangan.

Ia menambahkan, kemampuan berkolaborasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan zaman.

“Dengan begitu, kader Muhammadiyah siap menjadi influencer unggul, tangguh, dan berkeadaban di era disrupsi,” ujarnya, seakan membakar semangat para pemuda yang hadir untuk terus bergerak dan berkhidmat.

Sekolah Kader PCPM Bumiayu menjadi investasi jangka panjang Muhammadiyah untuk memastikan regenerasi berjalan baik, melahirkan kader unggul, berintegritas, dan siap menjawab tantangan zaman.

Kontributor: Tarqum Aziz JurnalisMu MPI PCM Bumiayu.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • mitsubishi expander

    Target Tinggi Mitsubishi Expander ‘Goyang’ Avanza

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2017
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Dengan kata lain, Mitsubishi Sumatera Utara harus mampu menjual sekitar 225 unit per bulan untuk dapat menjawab tantangan tinggi dari Mitsubishi pusat tersebut. Meski langsung ditantang dengan target tinggi, dua diler resmi Mitsubishi di Sumatera Utara, yakni PT Sardana Indah Berlian Motor dan  PT Sumatera Berlian Motors, tampak cukup percaya diri dapat memenuhi target tersebut.

  • Jelang Ramadhan, Polsek Kajen Razia Miras di Karaoke dan Warung, Puluhan Botol AO hingga Kawa-Kawa Disita

    Jelang Ramadhan, Polsek Kajen Razia Miras di Karaoke dan Warung, Puluhan Botol AO hingga Kawa-Kawa Disita

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    ERAPOS ONLINE – Polsek Kajen menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat). Menyasar peredaran minuman keras (miras), petugas menyisir sejumlah tempat hiburan malam dan warung remang-remang di wilayah Kecamatan Kajen, Rabu (28/01/2026) petang. Operasi Cipta Kondisi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas sekaligus menghormati datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Dalam razia tersebut, polisi berhasil mengamankan […]

  • Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

    Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Maka dari itu di Jawa Tengah ada Spelling, salah satunya permasalahan psikis. Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” ungkap Gus Yasin. Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Kota Surakarta relevan dengan kebutuhan generasi muda, yang […]

  • Kapolres Pekalongan Tinjau Pelayanan Publik, Tekankan Pelayanan Prima

    Kapolres Pekalongan Tinjau Pelayanan Publik, Tekankan Pelayanan Prima

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah layanan publik di lingkungan Polres Pekalongan, Rabu (17/09/2025). Dalam sidak tersebut, Kapolres didampingi oleh Wakapolres Kompol M. Nurkholis para pejabat utama (PJU), dan para Kasat. Sidak dilakukan di ruang pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan layanan Surat Izin Mengemudi […]

  • Perang Iran–Israel: Ancaman Strategic Miscalculation dan Potensi Tragedi Global

    Perang Iran–Israel: Ancaman Strategic Miscalculation dan Potensi Tragedi Global

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dunia tengah menyaksikan titik genting baru dalam konflik Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Angkatan Udara Amerika Serikat mengerahkan pesawat kargo militer terbesar di dunia, C-5M Super Galaxy, ke Arab Saudi—hanya beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran. Pesawat tersebut terbang dari Pangkalan Udara Aviano, Italia, ke jantung Teluk Persia pada Kamis (19/6), sebuah […]

  • Rektor Universitas Paramadina Usulkan “Pilkada Jalan Tengah”: Solusi Atasi Politik Uang dan Ketergantungan pada Cukong

    Rektor Universitas Paramadina Usulkan “Pilkada Jalan Tengah”: Solusi Atasi Politik Uang dan Ketergantungan pada Cukong

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Prof. Didik memberikan kritik tajam terhadap sistem pilkada langsung saat ini yang dinilai telah menyimpang. Beliau menyebut bahwa pilkada langsung saat ini memicu biaya kampanye sangat mahal, bersaing dengan cara kotor, politik uang. Kondisi ini, menurutnya, berujung pada praktik yang merusak tatanan negara. “Proses pilkada yang terjadi adalah praktek ilegal, pelacuran politik dimana yang memiliki […]

expand_less