Sektor Perumnas Hijau Jadi Kunci Strategis Transisi Ekonomi Berkelanjutan
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau seperti ini menjadi sangat relevan,” katanya.
Cluster Sakalint Green Residential merupakan bagian dari pengembangan The Grandia Group yang selama ini menggarap proyek hunian komersial di Kota Semarang, seperti di Ketileng, Sendangmulyo, dan Ngaliyan, dengan total pengembangan kawasan sekitar 40 hektare. Proyek ini menjadi tahap kelima pengembangan Grandia Metropolis.
Cluster Sakalint mengusung konsep Greenland residential dan menjadi perumahan pertama di Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan PT Jateng Petro Energy (JPEN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur menilai kolaborasi antara pengembang swasta dan BUMD tersebut sebagai contoh konkret sinergi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung kebijakan energi dan lingkungan.
“Kami mendukung penuh terobosan seperti ini. Kolaborasi pengembang dengan BUMD penting agar kebijakan energi dan lingkungan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan permukiman, termasuk penggunaan gas bumi dan panel surya. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki kapasitas industri panel surya yang besar, namun pemanfaatannya di tingkat lokal masih perlu dipercepat.
“Ke depan, perumahan harus mulai menjadikan energi terbarukan sebagai prioritas. Jika ini berjalan, Jawa Tengah akan menjadi perhatian dan sorotan investasi internasional,” katanya.
Direktur The Grandia Group, Aurelia Ines Megaputri, mengatakan, pembangunan Cluster Sakalint menjadi momentum penting bagi perusahaan yang tahun ini memasuki usia ke-7.
- Penulis: Fahroji




