Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Perang Iran–Israel: Ancaman Strategic Miscalculation dan Potensi Tragedi Global

Perang Iran–Israel: Ancaman Strategic Miscalculation dan Potensi Tragedi Global

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025 | 11:17 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Dunia tengah menyaksikan titik genting baru dalam konflik Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Angkatan Udara Amerika Serikat mengerahkan pesawat kargo militer terbesar di dunia, C-5M Super Galaxy, ke Arab Saudi—hanya beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran. Pesawat tersebut terbang dari Pangkalan Udara Aviano, Italia, ke jantung Teluk Persia pada Kamis (19/6), sebuah langkah yang dianggap sebagai sinyal keras atas kemungkinan intervensi militer AS secara lebih terbuka dalam konflik Iran–Israel yang terus memanas.

Hal ini disampaikan Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Ph.D. di Jakarta, Sabtu (21/6/2025) yang menyebut langkah ini sebagai bagian dari “Eskalasi strategis yang berbahaya dan sangat mungkin memicu respons balasan yang lebih luas dari Iran maupun sekutunya.”

Lebih lanjut, Umam menekankan bahwa kehadiran militer AS dalam skala sebesar ini di kawasan konflik, tanpa mandat internasional, berisiko tinggi memicu benturan ego para pemimpin global. “Kedekatan Iran dengan Rusia dan China bisa menghadirkan kekuatan yang menantang dominasi pengaruh AS di Timur Tengah,” jelasnya.

Menurutnya, jika ego-ego tersebut tak terkendali, situasi dapat berkembang menjadi strategic miscalculation—kesalahan kalkulasi strategis—yang membuka jalan bagi konflik terbuka dan, dalam skenario terburuk, penggunaan senjata pemusnah massal. “Apabila ruang diplomasi ditutup rapat dan situasi tak terkendali, potensi tragedi global menjadi sangat nyata,” ujar Umam.

Di sisi lain, konflik Iran-Israel juga menunjukkan ironi besar dalam dinamika politik dunia Islam. Meskipun Iran dikenal sebagai representasi mazhab Syiah yang memiliki perbedaan mendasar dengan Ahlussunnah wal Jamaah, secara geopolitik Iran tetap dianggap bagian dari komunitas Muslim global.

“Ketika Iran berani secara terbuka menghadapi Israel—negara yang berkali-kali dituduh melanggar hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan di Palestina—justru banyak negara Islam memilih diam, atau bahkan mendiamkan serangan terhadap Iran,” kata Umam.

Ia menambahkan bahwa fenomena ini menunjukkan pergeseran orientasi politik dunia Islam, yang kini lebih dikendalikan oleh pertimbangan geopolitik ketimbang solidaritas keumatan.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Umam, beberapa negara yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel bahkan menoleransi dan memfasilitasi serangan terhadap Iran, termasuk melalui pembiaran wilayah udaranya.

“Persepsi ancaman telah bergeser signifikan. Banyak negara Islam yang dulu memandang Israel sebagai ancaman, kini justru melihat Iran sebagai ancaman utama—akibat masuknya pengaruh kekuatan besar dunia dan logika keamanan yang diorkestrasi oleh Barat,” jelasnya.

Karena itu, menurutnya, dunia internasional—khususnya Amerika Serikat—harus mendorong de-eskalasi dan membuka jalur diplomatik multilateral yang adil dan setara.

“Kekuatan politik di internal Partai Republik seharusnya bisa meyakinkan Presiden Trump agar Amerika tidak terus memanjakan Israel,” ujar Umam.

“Amerika harus menggunakan kekuatan diplomatiknya untuk memimpin dunia menuju perdamaian,” imbuhnya.

Jika perang Iran–Israel tidak segera dikendalikan, lanjutnya, konflik ini dapat menjelma menjadi salah satu tragedi terbesar abad ini. “Bukan hanya bagi Iran dan Israel, tapi juga bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Umam mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah. “Perang Dunia I dan II disulut oleh strategic miscalculation akibat benturan ego para pemimpin dunia. Kini kita menghadapi ancaman yang sama. Dunia harus mencegah terjadinya eskalasi lebih luas agar tidak terjadi Perang Dunia ketiga,” ujarnya. “Dalam dunia yang kian terpolarisasi, kemenangan sejati bukan pada dominasi militer, tapi pada keberanian berdialog dan keikhlasan membangun kepercayaan di atas reruntuhan ketakutan dan kebencian lama,” pungkasnya.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Jateng Taj Yasin  Inspirator Gerakan Shalawat Jawa Tengah

    Wagub Jateng Taj Yasin Inspirator Gerakan Shalawat Jawa Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026 | 20:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Majelis shalawatan yang sering digemakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, dianggap menjadi inspirasi gerakan shalawat yang menjadi kebutuhan umat Islam di Jawa Tengah. “Saya melihat Gus Yasin ini menjadi penggerak, motor dari gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana digelorakan Mbah Maemoen (Mbah Maimoen Zubaer) ,” kata tokoh PPP Jawa Tengah, […]

  • 1.110 Personel Dikerahkan Amankan Gema Merah Putih di Lapangan Gelora Suyudono

    1.110 Personel Dikerahkan Amankan Gema Merah Putih di Lapangan Gelora Suyudono

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025 | 05:50 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG –  Sebanyak 1.110 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Gema Merah Putih bersama Gus Miftah dan Konser After Shine yang digelar di lapangan Gelora Suyudono, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jumat (19/09/2025). Apel pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf dan diikuti oleh personel gabungan dari Polres Pekalongan, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Damkar, […]

  • Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri

    Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 | 22:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekitar 400 santri dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas mengikuti Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) 1 yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Banyumas bekerja sama dengan BADKO TPQ Muhammadiyah Banyumas dan LAZISMU Banyumas. Kegiatan yang berlangsung di Aula Abu Daldiri dan Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Sabtu (27/6/2026), menjadi ajang pembinaan sekaligus […]

  • Prabowo Kunjungi Sumedang, Warga Rela Menanti 2 Jam untuk Menyambut

    Prabowo Kunjungi Sumedang, Warga Rela Menanti 2 Jam untuk Menyambut

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025 | 23:22 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Presiden RI Prabowo Subianto disambut antusias warga di Sumedang, Jawa Barat, termasuk anak-anak sekolah SD hingga SMA. Dalam kesempatan itu Prabowo berkunjung untuk meresmikan 37 proyek listrik nasional di 18 provinsi yang digelar di PLTA Jatigede. Prabowo tiba pukul 10:48 WIB disambut warga yang antusias berlari dan mendekat ke arah Prabowo. “Pak […]

  • Pemkab Pemalang Dorong Kolaborasi Tiga Pihak demi Kesejahteraan Buruh di Mayday 2026

    Pemkab Pemalang Dorong Kolaborasi Tiga Pihak demi Kesejahteraan Buruh di Mayday 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026 | 21:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) pada Jumat (1/5/2026), Pemerintah Kabupaten Pemalang menyelenggarakan talkshow dialogis di Pendopo Kabupaten. Acara ini bertujuan menciptakan ruang diskusi strategis antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk meningkatkan kesejahteraan buruh serta menjaga stabilitas iklim usaha. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan bahwa kesejahteraan pekerja merupakan misi bersama yang memerlukan sinergi antara pemilik […]

  • Pasar Swalayan dan Minimarket Beberapa Hari Ini Kehabisan Stok Beras

    Pasar Swalayan dan Minimarket Beberapa Hari Ini Kehabisan Stok Beras

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024 | 21:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Pasar swalayan maupun minimarket di Kabupaten Batang beberapa hari ini kehabisan stok beras ukuran 5-10 kilogram. Hal itu diucapkan Manajer pasar swalayan Wahyu Setyaji saat ditemui di Pasar Swalayan, di Jalan Dr Wahidin, Kabupaten Batang, Jumat (23/2/2024). Wahyu mengatakan, kekosongan stok beras lokal terjadi sejak dua hari yang lalu. Padahal pendistribusian beras di […]

expand_less