Selasa, 13 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Universitas Paramadina Gelar “meet The Leaders” Bersama Victor Hartono: Meningkap Suksesi Strategis Bisnis Djarum Group

Universitas Paramadina Gelar “meet The Leaders” Bersama Victor Hartono: Meningkap Suksesi Strategis Bisnis Djarum Group

  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina kembali menyelenggarakan forum inspiratif Meet The Leaders, yang secara konsisten menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa, publik, dan tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor strategis.

Pada edisi terbaru ini, forum mengangkat tema “Djarum: A Story of Strategic Succession” dengan menghadirkan Victor Hartono, MBA, generasi ke-9 dari keluarga besar Hartono Group, sebagai pembicara utama.

Forum ini dipandu oleh Wijayanto Samirin, MPP, ekonom Universitas Paramadina sekaligus host program, yang mengarahkan diskusi ke berbagai aspek penting mengenai suksesi bisnis keluarga dan ketahanan usaha lintas generasi. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Sabtu (26/7/2025).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menegaskan bahwa kisah-kisah nyata dari pelaku bisnis lintas generasi seperti Victor Hartono penting untuk dibagikan kepada generasi muda. “Menghadirkan sosok seperti Victor Hartono adalah langkah strategis untuk membagikan kisah nyata tentang keberlangsungan bisnis lintas generasi,” ungkap Prof. Didik.

Ia juga menyatakan bahwa pemahaman tentang suksesi dalam bisnis keluarga menjadi pelajaran berharga bagi calon pemimpin masa depan.

Victor Hartono memulai paparannya dengan satu pernyataan yang menjadi benang merah perjalanan keluarga besarnya.

“Industri yang kita geluti hari ini belum tentu akan mampu memberikan nafkah di masa depan. Ini bukan sekadar teori, melainkan pengalaman pahit yang pernah dialami langsung oleh keluarga kami dalam beberapa generasi,” ujarnya lugas.

Victor mengisahkan bahwa bisnis keluarga Djarum pada awalnya bukanlah industri rokok, melainkan perdagangan minyak kacang di masa kolonial. Namun, dengan masuknya kelapa sawit dari Afrika yang lebih produktif, minyak kacang perlahan tersingkir dari pasar. Efisiensi panen kelapa sawit yang bisa mencapai 12 kali setahun menjadi alasan utama terjadinya pergeseran ini. Dari situ, keluarga Hartono menyadari bahwa tak ada bisnis yang kebal terhadap disrupsi teknologi dan dinamika pasar.

Victor kemudian membawa audiens menyelami jejak sejarah keluarga besarnya, dimulai dari generasi ke-7, yaitu kakeknya, Oei Wie Gwan, yang datang dari Fuzhou, Tiongkok, dan merintis usaha pabrik mercon dengan merek dagang Cap Leo. Sayangnya, usaha tersebut berkali-kali runtuh. Pada 1939, pabrik mercon meledak dan menyebabkan kebangkrutan. Usaha dibangun kembali, namun dua tahun kemudian dirampok dan dibakar. Puncaknya, pada 1942, pendudukan Jepang membuat usaha ini tak bisa beroperasi karena larangan total produksi bahan peledak.

“Pelajaran besarnya adalah, kondisi politik dan internasional bisa membuyarkan semua asumsi keberlanjutan bisnis,” jelas Victor.

Ia juga menyebut bahwa hingga kini, pabrik mercon legal di Indonesia hampir tidak ada karena regulasi dan risiko tinggi yang menyertainya.

Selain tantangan eksternal, Victor menyampaikan bahwa tantangan dari dalam keluarga justru sering kali menjadi faktor yang mengancam bisnis. Ia menyinggung soal konflik internal yang muncul akibat arus kas yang macet, perbedaan ambisi antaranggota keluarga, hingga kepemimpinan yang tidak jelas. Ia menyebut masalah seperti meritokrasi yang tidak berjalan, pembagian dividen yang tidak adil, dan transisi generasi yang gagal sebagai “bom waktu” dalam bisnis keluarga.

Dari pengalaman panjang dan pahit tersebut, Victor membagikan pandangannya mengenai strategi keberlanjutan bisnis keluarga. Ia menekankan pentingnya kejelasan dalam struktur kepemimpinan—pemimpin utama sebaiknya hanya satu agar arah bisnis tetap terjaga dan konflik dapat diminimalisir. Ia juga mendorong pembagian unit usaha yang jelas antaranggota keluarga, pentingnya menjaga kekompakan internal keluarga besar, serta keterbukaan untuk menjual sebagian kepemilikan kepada mitra bisnis yang lebih kuat secara finansial maupun strategis. “Ini bukan kekalahan, tapi strategi memperkuat daya saing jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai penutup, Victor menyampaikan harapannya terkait regenerasi dalam bisnis keluarga. “Kalau bisa, dari keluarga itu harus lahir satu, dua, sampai empat orang yang benar-benar menjadi konglomerat. Bukan hanya pewaris nama, tapi pelaku bisnis sejati yang bisa membaca zaman,” tegasnya.

Forum ini tidak hanya memberi wawasan tentang strategi bisnis lintas generasi, tetapi juga menjadi cermin penting bagi mahasiswa dan generasi muda tentang arti adaptasi, daya tahan, dan kepemimpinan yang visioner dalam dunia bisnis yang terus berubah.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari Pemalsuan, Polri Pastikan Pelat Nomor Khusus Berkode ‘ZZ’

    Hindari Pemalsuan, Polri Pastikan Pelat Nomor Khusus Berkode ‘ZZ’

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Polri telah mengganti kode-kode pada pelat nomor khusus. Penggantian yang dilakukan berupa mengubah kode huruf terakhir dalam pelat nomor, seperti RF dan QH diubah menjadi ZZ. Selain itu, proses registrasinya juga diperketat dan daftar penerimanya sangat dibatasi. Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus menjelaskan, pelat nomor khusus tersebut hanya boleh dipasang di […]

  • Peringatan HUT RI Ke 79 Kecamatan Moga Menyedot Perhatian Warga

    Peringatan HUT RI Ke 79 Kecamatan Moga Menyedot Perhatian Warga

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

     

  • Banyak Serap Aspirasi Masyarakat, Rizal Bawazier Minta Truk tidak Lagi Melalui Jalur dalam Kota Pekalongan

    Banyak Serap Aspirasi Masyarakat, Rizal Bawazier Minta Truk tidak Lagi Melalui Jalur dalam Kota Pekalongan

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Anggota DPR RI Rizal Bawazier meminta Kementerian Perhubungan dan instansi terkait agar truk-truk besar dan truk kontainer tidak melalui jalur dalam Kota Pekalongan. Pernyataan itu Rizal sampaikan melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Jurnal Pemalang, Sabtu (14/12/2024) siang. “Stoplah itu truk truk besar dan truk kontainer lewat dalam kota Pekalongan, bikin macet, rawan […]

  • Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kejaksaan Tinggi Jateng menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penandatanganan juga dilakukan antara para Kajari dengan Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah sebagai langkah persiapan menjelang pemberlakuan penuh KUHP pada 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pidana […]

  • PPS Desa Pesucen Gelar Pelantikan dan Bimbingan Teknis

    PPS Desa Pesucen Gelar Pelantikan dan Bimbingan Teknis

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    ERAPOS ONLINE – Sebanyak 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Desa Pesucen dilantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan selanjutnya menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek). Pelantikan tersebut bertempat di aula Balai Desa Pesucen pada Senin, 24 juni 2024 yang dimulai sekira pukul 08:00 WIB pagi. Hadir pada prosesi tersebut sekretariat Desa Pesucen, PKD Desa Pesucen, Daryono selaku […]

  • Gubernur Ahmad Luthfi Kukuhkah Pengurus LFSP, Jateng jadi Provinsi Pertama Bentuk Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantren

    Gubernur Ahmad Luthfi Kukuhkah Pengurus LFSP, Jateng jadi Provinsi Pertama Bentuk Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantren

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jawa Tengah menjadi provinsi yang pertama membentuk Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantres (LFSP) di Indonesia. Pembentukan LFSP ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2023 tentang Fasilitasi dan Sinergitas Penyelenggaraan Pesantren. Gubernur Ahmad Luthfi, mengukuhkan pengurus Lembaga Fasilitasi dan […]

expand_less