Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Taj Yasin, usai mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV, di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Sabtu (17/1/2026).(Foto: dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Maka dari itu di Jawa Tengah ada Spelling, salah satunya permasalahan psikis. Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” ungkap Gus Yasin.
Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Kota Surakarta relevan dengan kebutuhan generasi muda, yang rentan mengalami masalah mental.
“Dan ini sangat kami apresiasi, layanan ini juga merupakan salah satu kebutuhan ya, bahwa (kesehatan mental) menjadi isu dan ini diharapkan mampu menjembatani dan menjadikan salah satu solusi,” kata dia.
Nawal mendorong setiap Posyandu di Jateng, agar terus bertranformasi dengan mengimplementasikan enam SPM. Meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan misalnya, Nawal meminta kader Posyandu menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), membuat pojok baca, serta literasi digital.
“Harapan saya di setiap Posyandu nanti ada layanan untuk PAUD, dan ada pojok baca misalnya,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia mengatakan, alasan menggagas Posyandu Plus disebabkan maraknya kasus bunuh diri. Dia mengungkapkan, ada remaja yang melompat dari mal, jembatan Bengawan Solo, ada yang mengakhiri hidup di kosan.
Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng psikolog profesional untuk memberikan layanan konseling, bagi masyarakat yang memiliki masalah dan beban mental.
- Penulis: Fahroji





