“Mohon bersabar, saat ini masih kita upayakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, mengakui pihaknya hanya memiliki 1 unit WC portable untuk pengungsi.
Namun demikian, lanjut dia, pengungsi juga dapat memanfaatkan fasilitas toilet yang tersedia di sekitar lokasi pengungsian, seperti masjid.
“Memang baru ada satu WC portable yang dipergunakan, tapi sudah ada fasilitas di masjid. Jadi sebenarnya sudah cukup,” ujarnya.
Ia menyebutkan, BPBD juga telah membuka titik baru pengungsian di Internasional Batik Centre (IBC) yang memiliki beberapa fasilitas kamar mandi.
Namun, sebagian warga memilih bertahan di lokasi yang dekat dengan rumah sehingga terjadi kepadatan di beberapa titik. Penataan lokasi pengungsian pun terus dilakukan bersama pihak kecamatan dan desa.
“Ini kemarin saya sudah minta ke Pak Camat, Pak Kades, yang titik pengungsi yang berjubel itu, ada yang mau digeser sehingga fasilitas yang ada di situ bisa tercukupi semua, tidak berjubel,” pungkasnya.
Sebagai informasi, banjir di Kabupaten Pekalongan merendam 31 desa di delapan kecamatan dan berdampak pada 60.164 jiwa atau 19.190 kepala keluarga.
Hingga Senin malam, 27 Januari 2026, sebanyak 1.704 warga masih berada di pengungsian. Tercatat 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum terdampak.*


