Mahasiswa KKN Undip Psikologi Gelar Workshop Literasi Karir di SDN 03 Pendowo
- account_circle Najly Sansurya
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

JURNAL PEMALANG — Mahasiswa KKN Program Studi Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) menggelar workshop literasi karir selama dua hari di Aula SDN 03 Pendowo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut menyasar guru dan siswa kelas 4 serta kelas 5 yang meliputi pelatihan screening minat berbasis teori RIASEC Holland bagi guru, serta expo karir dan dream mapping bagi siswa.
Hari pertama, Senin (3/8), difokuskan pada pelatihan guru. Mereka diperkenalkan cara menggunakan instrumen screening eksplorasi minat berbasis teori RIASEC Holland, yang mengelompokkan minat karir seseorang ke dalam enam tipe kepribadian. Di akhir sesi, panitia menyerahkan modul workshop kepada sekolah sebagai pegangan agar guru dapat menerapkan alat tersebut secara mandiri.
Memasuki hari kedua, Selasa (4/8), giliran siswa kelas 4 dan 5 mengikuti expo karir yang memperkenalkan berbagai profesi, dilanjutkan sesi pembuatan dream mapping atau peta impian, tempat siswa menuangkan cita-cita beserta gambaran jalur untuk mencapainya.
Ketua pelaksana program, Najly Sansurya, mahasiswa KKN Program Studi Psikologi Undip menjelaskan bahwa workshop ini sengaja dirancang untuk dua sasaran sekaligus.

“Workshop ini menyasar dua sasaran sekaligus, yakni guru serta siswa. Workshop literasi karir adalah bentuk peningkatan pengetahuan sekolah terhadap bermacam profesi, sehingga sekolah dapat memperkenalkan berbagai macam peluang karir dan membantu memproyeksikan cita-cita siswa,” kata Najly, saat ditemui di Aula SDN 03 Pendowo, Selasa (4/8) lalu.
Najly mengatakan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas, yang menekankan akses pendidikan inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik hingga jenjang lanjutan.
Lebih lanjut ia menuturkan, literasi karir sejak sekolah dasar membekali siswa gambaran arah pendidikan dan pekerjaan lebih awal, sehingga keputusan melanjutkan sekolah tidak diambil tanpa pertimbangan.
Pengenalan ragam profesi lewat expo karir, kata dia, juga sejalan dengan semangat SDGs nomor 4 yang mendorong keterampilan relevan untuk dunia kerja, bukan sekadar penguasaan materi akademik di kelas.
- Penulis: Najly Sansurya
- Editor: Fahroji


