Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sulap Sampah Plastik Jadi Cuan, Begini Cara Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Warga Desa Pendowo

Sulap Sampah Plastik Jadi Cuan, Begini Cara Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Warga Desa Pendowo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

 

JURNAL PEMALANG  — Sebanyak puluhan anggota PKK dan Kader Lingkungan Desa Pendowo, Kecamatan Bodeh, mengikuti pelatihan pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai jual di Balai Desa Pendowo, Jumat (8/8/2026) lalu.

Kegiatan yang digagas Tim II KKN-R Universitas Diponegoro ini sekaligus membekali warga dengan cara menghitung harga jual produk dan menulis promosi di media sosial.

Pelatihan dibagi dalam tiga sesi berturut-turut. Sesi pertama membahas teknik pembuatan kerajinan dari tutup botol dan botol plastik bekas, disusul materi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual, lalu ditutup dengan materi copywriting untuk promosi produk.

Dhiya Salsabila dari Program Studi Ekonomi yang membawakan materi kerajinan, mengatakan pelatihan ini berangkat dari kebiasaan warga yang masih membakar atau menimbun sampah plastik di halaman rumah, meski desa sudah memiliki Tempat Pembuangan Sampah.

Sampah plastik itu butuh waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami, jadi daripada dibakar atau ditimbun, lebih baik kami ajak ibu-ibu di sini mengolahnya jadi kerajinan yang bisa dijual,” kata Dhiya, dari Program Studi Ekonomi, Jumat (8/8/2026) lalu.

 

Dalam sesi tersebut, peserta dipandu membuat dua jenis produk, yakni gantungan kunci dari tutup botol yang dilelehkan dengan setrika lalu dicetak menggunakan cetakan kue, serta hiasan gantung dari potongan botol plastik yang dirangkai dengan tali senar elastis dan manik-manik. Kedua produk dipilih karena bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak membutuhkan alat khusus.

Materi kedua dibawakan Majda Nabila Weme dari Program Studi Akuntansi Perpajakan. Ia menjelaskan cara menghitung HPP dengan menjumlahkan seluruh biaya bahan baku dan operasional, lalu membaginya dengan jumlah produk jadi. Sebagai contoh, ia memaparkan simulasi produksi empat gantungan kunci dengan total biaya bahan baku dan operasional sebesar Rp8.980, sehingga HPP per produk sekitar Rp2.245. Setelah ditambah margin laba 45 persen, harga jual per gantungan kunci ditetapkan Rp3.500.

“Banyak pelaku usaha rumahan menentukan harga jual hanya dengan kira-kira, padahal itu bisa membuat mereka rugi tanpa sadar. Makanya kami ajarkan cara menghitung HPP dulu, baru menentukan margin keuntungan yang wajar,” kata Majda, Program Studi Akuntansi Perpajakan.

Simulasi serupa juga disampaikan untuk produk hiasan gantung, dengan total biaya produksi Rp16.333 untuk empat produk, HPP per produk Rp4.083, dan harga jual akhir Rp4.695 setelah ditambah margin laba yang sama.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenko IKP Kunjungan ke Pemalang, Pengajuan Rehabilitasi Pipa Air Bersih Perumda Tirta Mulia Dibahas

    Kemenko IKP Kunjungan ke Pemalang, Pengajuan Rehabilitasi Pipa Air Bersih Perumda Tirta Mulia Dibahas

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025 | 06:54 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pemalang, Selasa (15/7/2025). Dalam kunjungan tersebut, membahas rencana rehabilitasi jaringan pipa air bersih. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas proposal permohonan rehabilitasi jaringan perpipaan air bersih yang diajukan Bupati Pemalang melalui Perumda Air Minum Tirta Mulia. Asisten Deputi […]

  • Gebyar Hari Guru Nasional 2025 Ranting PGRI Banyumudal, Pemalang Play Button

    Gebyar Hari Guru Nasional 2025 Ranting PGRI Banyumudal, Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025 | 05:14 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

     

  • Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025 | 05:49 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang –  secara darinUniversitas Paramadina bersama Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengadakan diskusi bertajuk “Apakah Pengelola Dana Negara Danantara Kebal Hukum?” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/3/2025). Diskusi ini membahas berbagai aspek tata kelola Danantara, termasuk regulasi hukum, dampak ekonomi, serta transparansi pengelolaannya. Dalam pengantarnya, Fahmi Wibawa, Direktur […]

  • Bupati Anom: Mubalighat Aisyiyah Punya Peran Strategis selain Penyampaian Ajaran Islam

    Bupati Anom: Mubalighat Aisyiyah Punya Peran Strategis selain Penyampaian Ajaran Islam

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025 | 09:58 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Peran Mubalighat Aisyiyah sangat strategis dalam menyampaikan ajaran islam secara benar di Kabupaten Pemalang. Ungkapan tersebut dikatakan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat menyaksikan Pengukuhan 26 Pengurus Korps Mubalighat Aisyiyah Kabupaten Pemalang di Pendopo Kabupaten, Minggu (7/12/2025). Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Pemalang Maesaroh kepada 26 Pengurus yang […]

  • Pemprov Jateng Tegaskan Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien

    Pemprov Jateng Tegaskan Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Pasien

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026 | 21:31 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan tidak boleh ada rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang menolak pasien akibat penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) pada 2026. Pemprov memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, khususnya bagi pasien penyakit kronis yang bergantung pada terapi berkelanjutan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita […]

  • Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan Beras dan Gula Pasir Subsidi di Sei Nyamuk Sebatik, Kaltara

    Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan Beras dan Gula Pasir Subsidi di Sei Nyamuk Sebatik, Kaltara

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025 | 09:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Bakamla RI melalui unsur kapal patroli KN. Gajah Laut-404 berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan karung beras dan gula pasir subsidi asal Malaysia yang diduga akan diselundupkan ke wilayah Tarakan. Penangkapan dilakukan di sekitar perairan Sei Nyamuk Sebatik, Kalimantan Utara, Minggu (27/4/2025). Penangkapan bermula dari informasi hasil pemantauan IMIC dan masyarakat serta sinergi […]

expand_less