Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025 | 10:04 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menggelar program Meet The Leaders dengan menghadirkan tokoh inspiratif Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization and Energy Transition for Job Creation”, Arsjad menyampaikan refleksi tajam dan strategi masa depan tentang tantangan dan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertempat di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Sabtu (19/7/2025) acara ini dibuka oleh Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., dan dipandu oleh Wijayanto Samirin, MPP sebagai host.

Dalam paparannya, Arsjad menyoroti dampak perubahan geopolitik dunia terhadap kondisi ekonomi nasional. “Situasi internasional sedang berubah, yang memberikan dampak secara tidak langsung kepada Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Peristiwa di Timur Tengah, Trump Effect, perang Ukraine–Rusia, membuat semuanya bergerak ke arah perubahan,” ujarnya.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang selama ini stabil pun mulai melambat.

Namun, Arsjad menekankan bahwa persoalan mendasar Indonesia saat ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. “Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” tuturnya.

Ia kemudian menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Meskipun tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, jumlah pengangguran justru meningkat menjadi lebih dari 7,28 juta orang. Ia menyampaikan kekhawatirannya, “Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal,” jelasnya.

Ini mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi dan lemahnya penciptaan lapangan kerja formal.

Menurut Arsjad, di Indonesia hanya ada dua sumber penghasilan utama. “Saat ini di Indonesia hanya ada dua sumber pendapatan masyarakat: Pedagang yang mendapat laba dari usahanya, dan kedua, pekerja yang mendapat upah, bonus, dan lain-lain. Jika dua sumber itu tidak lagi ada, maka growth economy tidak akan ada lagi, pasti menurun tajam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa investasi yang selama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja justru lebih bersifat padat modal dibanding padat karya. Di sisi lain, iklim investasi di Indonesia masih dihadapkan pada banyak hambatan. “Untuk menciptakan investasi, baik investasi kecil ataupun besar, tantangannya banyak sekali. Mulai dari soal tanah, preman, permitt, izin-izin dan segala macam persoalan,” tegasnya.

Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya migrasi tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dari perawat, ahli IT hingga insinyur, banyak yang memilih bekerja di negara lain. “Pastinya mereka bukan tidak cinta negara ini, tapi di luar negeri upah yang diterima bisa 5–8 kali lebih besar dari jumlah upah di dalam negeri. Career path dan akses ke jaminan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Bahkan, Arsjad mengungkapkan, “Kabur dulu aja. Itu adalah fakta, karena memang jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri yang sangat kurang,” terangnya.

Ia memberikan peringatan keras bahwa bonus demografi Indonesia yang kerap dijadikan harapan besar justru bisa menjadi bencana jika tidak ditangani dengan serius. “Bonus demografi Indonesia yang digadang-gadang menyediakan jumlah tenaga kerja produktif sampai 70% akan menjadi malapetaka jika tidak diperhatikan serius. Di mana tenaga produktivitas banyak, tapi lapangan pekerjaan tidak ada. Itulah PR utama Indonesia sekarang,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Arsjad memperkenalkan pendekatan 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green sebagai pilar utama strategi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

“Grow People diartikan sebagai membangun manusia Indonesia sebagai talenta global – bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memimpin dan berinovasi,” paparnya.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil tenaga kerja Indonesia yang berlatar belakang pendidikan tinggi. “Hari ini hanya 10% lulusan S1, selebihnya adalah lulusan SMA–SMK dan SMP dan SD. Kebanyakan angkatan kerja kita malah lulusan SMP dan SD saja. IQ Indonesia juga saat ini diketahui turun,” kata Arsjad.

Pada aspek industrialisasi, Arsjad menekankan pentingnya reindustrialisasi berbasis nilai tambah sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan. “Gear Up Industri adalah mendorong reindustrialisasi berbasis nilai tambah dan pemerataan sebagai motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.

Strategi ini mencakup hilirisasi mineral dan manufaktur strategis, reindustrialisasi yang bisa memberi tambahan hingga USD 25 miliar ke PDB, serta perluasan industri ke luar Pulau Jawa dengan pelibatan aktif UMKM.

Sementara itu, pilar ketiga Go Green menekankan transisi energi sebagai peluang pembangunan. “Go Green adalah menjadikan transisi energi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Pendekatan ini mencakup re-skilling pekerja dari sektor tinggi emisi, pembiayaan hijau untuk UMKM, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek transisi energi.

Acara ini menjadi wadah reflektif dan inspiratif bagi sivitas akademika Universitas Paramadina dan publik luas.

Dengan semangat “Bertemu, Terinspirasi, Menjadi”, Universitas Paramadina terus berkomitmen menghadirkan para pemimpin bangsa ke tengah mahasiswa, untuk membuka wawasan dan menumbuhkan semangat kepemimpinan masa depan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Tengah Catat Rekor Investasi Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 88,50 Triliun

    Jawa Tengah Catat Rekor Investasi Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 88,50 Triliun

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026 | 23:26 WIB
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan kinerja investasi terbaik sepanjang sejarah. Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai Rp 88,50 triliun. Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun. […]

  • Hujan Deras Disertai Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Tiang Listrik Roboh dan Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Tiang Listrik Roboh dan Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026 | 09:29 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/1/2026) sore. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, tiang listrik roboh, hingga kerusakan pada bangunan sekolah dan fasilitas umum. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun akses jalan sempat terganggu akibat […]

  • Festival Gebyar Lampu Merah Putih Semarakkan HUT ke-81 RI di Desa Kandang

    Festival Gebyar Lampu Merah Putih Semarakkan HUT ke-81 RI di Desa Kandang

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026 | 21:45 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, secara resmi membuka Festival Gebyar Lampu Merah Putih di Jalan Raya Desa Kandang, Kecamatan Comal, pada Sabtu (8/8/2026) malam. Sebelum membuka festival, Nurkholes bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Sri Indah Lestari, dan jajaran Forkopimcam Comal meninjau berbagai lampu hias yang terpasang di sepanjang jalan Desa Kandang. […]

  • Speling Menyusur Desa, Menjemput Sehat Warga

    Speling Menyusur Desa, Menjemput Sehat Warga

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025 | 23:05 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bagi sebagian warga desa di Jawa Tengah, bertemu dokter spesialis dulunya adalah kemewahan. Jarak yang jauh, biaya yang tak sedikit, dan keterbatasan fasilitas kerap membuat keluhan kesehatan dipendam begitu saja. Kini, cerita itu perlahan berubah sejak hadirnya Program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil […]

  • Eks Brimob Polres Pekalongan Gelar Tasyakuran HUT Brimob ke 80

    Eks Brimob Polres Pekalongan Gelar Tasyakuran HUT Brimob ke 80

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025 | 16:24 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Semangat jiwa merah putih dan Satya Haprabu (Setia kepada Negara dan Pimpinan) diperingati dengan khidmat di Polres Pekalongan, Jumat (21/11/2025), digelar acara tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Brimob Polri yang ke-80 tahun 2025. Acara yang mengumpulkan seluruh personel eks Brimob yang kini bertugas di kewilayahan Polres Pekalongan ini dilaksanakan […]

  • Bupati Pemalang Tekankan Pentingnya Kualitas SDM dalam Memajukan Koperasi

    Bupati Pemalang Tekankan Pentingnya Kualitas SDM dalam Memajukan Koperasi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026 | 15:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) V Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Pemalang yang bertempat di aula gedung Dekopinda pada Selasa (21/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Anom menyampaikan bahwa kunci utama perkembangan koperasi bukan terletak pada variasi bidang usahanya, melainkan pada keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) serta kekompakan […]

expand_less