Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), memberikan layanan trauma healing atau pemulihan psikologis, bagi anak-anak yang terdampak banjir di Kota Pekalongan.
Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi pengungsian Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2025). Di lokasi tersebut, ada 83 anak berusia 6 sampai 16 tahun, yang mengungsi pascabencana banjir pada Sabtu (17/1/2025) lalu.
Dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, agar tetap merasa aman, bahagia, dan terhibur, di tengah situasi sulit akibat banjir.
Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin, turut hadir dan berinteraksi langsung dengan pengungsi. Dia juga memantau berbagai kegiatan trauma healing, mulai dari bermain bersama, bercerita, bernyanyi, hingga menggambar.
Didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Nawal juga memberikan bantuan buku dan peralatan sekolah untuk anak-anak terdampak banjir di Pekalongan.
Pada kesempatan itu, Nawal menegaskan pentingnya pemulihan psikologis bagi anak usia dini, agar mereka tidak mengalami gangguan mental akibat bencana.
“Kegiatan ini adalah kolaborasi PKK Kota Pekalongan, Pokja Bunda PAUD Jateng, dan IGTKI, kami memberikan layanan trauma healing untuk anak-anak,” ucap Ketua TP PKK Jateng ini, seusai meninjau lokasi pengungsian Kecamatan Pekalongan Barat.
Menurut Nawal, layanan trauma healing itu bertujuan untuk mengurangi trauma pada anak pascabencana, mempersiapkan mental anak untuk kembali ke sekolah, serta menghadirkan kebahagian dan keceriaan anak-anak di pengungsian.
- Penulis: Fahroji




