Peringati Hari Tari Sedunia, Bupati Pemalang dan Ratusan Penari Gelar Flashmob Nusantara di Widuri
- account_circle Fahroji
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEMALANG – Semangat pelestarian budaya terpancar kuat di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang saat ratusan penari berkumpul untuk merayakan Hari Tari Sedunia 2026, Jumat (8/5/2026).
Suasana di kawasan Pantai Widuri tersebut mendadak semarak ketika ratusan penari dari berbagai sanggar tampil memukau dalam aksi flashmob tarian nusantara. Menariknya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tidak hanya membuka acara, tetapi juga turun langsung mengikuti gerakan tari bersama para peserta, menciptakan momen kebersamaan yang hangat.
Kegiatan ini menjadi panggung ekspresi seni yang megah sekaligus sarana untuk mempertebal rasa cinta generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa. Dentuman musik tradisional yang ritmis berpadu dengan gerakan tari yang kompak sukses memikat perhatian warga dan wisatawan yang melintas.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap seni tari terus tumbuh dan menjadi identitas yang membanggakan bagi masyarakat, serta mampu menjadi daya tarik pariwisata daerah yang berkelanjutan.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengatakan, peringatan Hari Tari Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk menjaga jati diri budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
“Teman-teman penari ini bukan hanya tampil, tetapi juga sedang menjaga jati diri budaya dan kekerabatan kita. Jangan lelah berlatih dan terus lestarikan kebudayaan,” ujar Anom.
Ia mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para penari dan sanggar seni di Kabupaten Pemalang yang terus aktif berkarya. Meski Hari Tari Sedunia diperingati setiap 29 April, menurutnya semangat dan kemeriahan acara tetap terasa luar biasa.
Anom juga berharap pertunjukan seni tari tidak hanya tampil dalam acara formal, tetapi bisa lebih dekat dengan masyarakat melalui ruang-ruang publik terbuka.
- Penulis: Fahroji

