Abon Pepaya hingga Kopi Luwak Liberica, Ramaikan Hari Desa Nasional di Boyolali
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tak hanya produk Boyolali, pameran juga diikuti pelaku UMKM dari luar Jawa Tengah. Salah satunya Fitriyati, Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dia membawa produk kopi KAPAK PRABU (Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru).
“Kopi kita ini kopi langka di Indonesia, cuma ada tiga titik: di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.
Fitriyati menyebut kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan diminati hingga mancanegara. Ia mengatakan, desanya pernah dikunjungi pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, hingga Malaysia.
“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai dari mancanegara, karena memang langka dan rasanya yang unik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kopi luwak yang diproduksi berasal dari luwak liar sehingga kualitas biji kopi dinilai lebih terjaga.
“Kopi luwak ini kita pakai kopi luwak liar, jadi luwaknya tidak diternak. Kelebihannya, kopinya sangat berkualitas karena kopi yang dimakan hanya kopi-kopi yang berkualitas,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menilai, pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya Boyolali dan wilayah sekitar.
“Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin.
- Penulis: Fahroji




