Ahmad Luthfi Dapat Masukan dan Kritik dari Wartawan dalam Forum Dialog
- account_circle Fahroji
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- print Cetak

Dialog santai gubernur dan jurnalis berlangsung di Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin malam, 8 Desember 2025. (Foto: dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Perlu kecepatan dan konsisten dalam merespons apa yang disampaikan dan komentar warganet,” ujarnya.
Ia contohkan, ketika ada komentar tentang pohon roboh menimpa rumah warga masuk ke medsos yang dia kelola. Info itu langsung disampaikan ke tim media humas dan kominfo, besoknya langsung ditindaklanjuti dan ada perbaikan.
“Dengan cara seperti ini masyarakat akan senang kalau informasi yang disampaikan langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti. Jangan dibiarkan,” ujar Zainal.
Dialog santai dan penuh keakraban itu juga membahas tentang literasi digital dan dunia kewartawanan.
Wartawan Irianto mengatakan, perkembangan media massa menghadapi tantangan yang cukup berat. Guna menjamin keselarasan peliputan dan pemberitaan maka perlu adanya peningkatan literasi digital bagi wartawan.
“Perlu peningkatan literasi digital bagi wartawan. Kalau tidak, maka kita akan terlindas oleh dinamika yang terjadi dan kita akan tertinggal,” ujarnya.
Literasi digital menjadi salah satu kemampuan yang perlu dikuasai seluruh elemen masyarakat di tengah banjir informasi dan perkembangan artificial intelligence (AI). Tidak terkecuali insan pers dan jurnalis yang menjadi corong pembangunan dan pemberi informasi secara faktual dan akurat.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana. Menurut dia, literasi digital sangat penting sekali. Perkembangan teknologi yang pesat ini, di era kecerdasan buatan (AI) ini bukan berarti semua orang dapat memahami.
“Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi atau era digital ini untuk kebaikan media massa,” katanya.
Di sisi lain, Setiawan juga mengapresiasi kolaborasi yang terus dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan rekan-rekan wartawan dan media massa. Baik pemerintah maupun media tidak dapat berdiri sendiri sehingga diperlukan adanya kolaborasi.
“Pertemuan seperti ini sangat akrab dan hangat. Mudah-mudahan acara seperti ini dapat dilakukan secara berkala oleh Pemprov dan bisa menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan uneg-uneg dari teman-teman wartawan. Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Jateng untuk bersama membangun provinsi,” katanya.
- Penulis: Fahroji



